PPDB di Kota Telah Rampung, 441 Siswa Ditolak

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Kupang, khusus untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah mulai dibuka sejak tanggal 13 dan ditutup pada tanggal 18 Juni 2019 dan diumumkan pada Sabtu (22/6/2019).

Berdasarkan hasil yang ada sekarang, untuk SMP Negeri 1,2,3,4,5,8,10,11,12,13 sudah penuh sesuai dengan kuota yang ada, dan ada sekitar 441 siswa yang ditolak di sekolah-sekolah yang disebutkan diatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy mengatakan, standar yang dipakai dalam PPDB tahun 2019 adalah anak yang mendaftar berada dalam zona satu, ditentukan oleh Kartu Keluarga, lalu apabila dari zona I itu tidak memenuhi kuota maka akan diambil dari zona dua, kalaupun zona dua juga tidak memenuhi kuota maka akan dilihat dari luar zona.

Kriteria kedua, kata dia adalah umur, dan selanjutnya nilai hasil Ujian. Lalu pertanyaan anak-anak yang belum mendapatkan sekolah harus bagaimana, maka dinas akan mengaturnya dan memberikan rekomendasi ke sekolah-sekolah yang masih kurang atau masih dimungkinkan.

“Banyak Orangtua bertanya, kenapa anak yang mendapatkan nilai tinggi tidak diterima, dapat dijelaskan bahwa, untuk PPDB ini menggunakan sistem online dan yang menentukan kelulusan adalah sistem,” katanya.

Dia menyebutkan, ada beberapa sekolah swasta yang masih membutuhkan siswa, diantaranya, SMP Tunas Harapan masih membutuhkan 64 orang, SMP Timpolmas masih membutuhkan 20 orang, SMPK Sta Maria Asumpta masih perlu 20 orang, SMPK Mother Theresia dan sekolah swasta lainnya.

Sementara untuk SMP Negeri, yang masih membutuhkan siswa, diantaranya SMPN 6 yang masih mrmbutuhkan 38 siswa, SMPN 7 butuh 189 siswa, SMPN 9 masih butuh 114 orang, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 16, SMPN 17, 18 dan SMPN 19.

“Jadi jika orangtua sepakat, maka kita dapat mendistribusikan semua siswa-siswa ini asalkan mau menerima dan dimohon pengertian para orangtua, agar penataan mutu pendidikan bisa dimulai dengan tertib PPDB,” ujarnya.