Penyelundupan 4.874 Pil Ekstasi Digagalkan Bea Cukai Senilai Rp 4,8 Miliar

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Berdasarkan hasil uji laboratorium dipastikan Narkoba yang digagalkan Bea Cukai Atambua di PLBN Mota’ain beberapa waktu lalu yakni narkotika jenis MDMA (methylenedioxy methamphetamine) yang berjumlah sebanyak 4.874 pil.

Kepala Bea Cukai Atambua, Tribuana Wetangterah dalam siaran pers yang diterima media, Selasa malam (25/6/2019) menuturkan, taksasi nilai 4.874 pil ekstasi itu kurang lebih senilai Rp 4.874.000.000 (Rp 4,8 M).

Menurut Tribuana, petugas Bea Cukai berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ribuan pil narkoba di PLBN Mota’ain. Guna keperluan pembuktian proses penyidikan Bea Cukai Atambua melakukan identifikasi barang melalui uji laboratorium di Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas II Surabaya.

Sesuai hasil uji laboratorium itu dipastikan jenis barang tersebut sama dengan hasil pemeriksaan awal yaitu MDMA atau ekstasi. Jumlah butir ekstasi sebanyak 4.874 dengan berat 1,861 kilogram.

“Kasus ini merupakan penindakan narkoba pertama kali yang dilakukan oleh Bea Cukai Atambua di tahun 2019,” ujar Tribuana.

Lanjut dia, selesai proses pemeriksaan tersangka dan barang bukti lengkap, Bea Cukai Atambua menyerahkan perkara tersebut ke Polres Belu guna penyidikan lebih lanjut.

Masih dalam press reales, dua tersangka dalam kasus ini adalah warga negara Timor Leste berinisial JSP dan seorang perempuan inisial AS yang membawa barang haram itu dengan cara dibungkus atau dikemas dalam plastik warna hitam dan dimasukkan ke dalam sebuah printer.

Atas perbuatan tersebut dua tersangka dapat dijerat dengan Pasal 102 huruf e jounto Pasal 103 huruf c Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jounto Pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati.

Dikatakan, keberhasilan penggagalan upaya penyelundupan narkoba ini merupakan wujud komitmen Bea Cukai Atambua sebagai community protector untuk selalu menjaga wilayah perbatasan NKRI dari masuknya barang-barang berbahaya bagi masyarakat demi mewujudkan Bea Cukai makin baik.