Kasat Resnarkoba Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Awak Media di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pekerja media (wartawan) di Belu atas tindakannya mengusir dan mengintimidasi jurnalis GerbangNTT.Com saat meliput.

Insiden tidak terpuji itu terjadi saat wartawan Mariano Parade meliput kunjungan dan pertemuan sejumlah pejabat dari Timor Leste bersama dua tersangka bawa 4.874 narkoba pil ekstasi yang berlangsung di ruang kerja Kasat Resnarkoba Mapolres Belu, Kamis (19/06/2019) lalu.

Permintaan maaf Kasat Ivans disampaikan secara pribadi kepada wartawan gerbang-ntt.com, Mariano Parada dan secara lembaga kepada Persatuan Jurnalis Perbatasan (Pena Batas), Ikatan Wartawan Timor Tengah Utara (INTAN) TTU serta Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Kupang.

“Saya minta maaf, memang kejadian kemarin itu diluar kendali saya,” ungkap Kasat Resnarkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat dihadapan Kapolres Belu, Kasat Reskrim, KBO Reskrim dan KBO Intelkam Polres Belu dan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Pena Batas di Atambua, Senin (24/06/2019) malam.

Kasat Ivans mengaku, kejadian dirinya mengusir dan mengintimidasi wartawan gerbang-ntt.com bukan karena dendam masalah pribadi, namum terjadi karena situasional. Oleh karena itu dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pekerja media secara lembaga atas tindakannya itu.

“Secara pribadi saya tidak ada masalah dengan wartawan gerbangntt.com, Mariano Parada. Ini terjadi situasional, sekali lagi saya mohon maaf untuk komunitas wartawan secara lembaga (Pena Batas, INTAN dan AJI),” ujar dia.

Selesai menyampaikan permohonan maaf, Kasat Resnarkoba dan wartawan gerbangntt.com saling bersalaman tangan kemudian berpelukan disaksikan Kapolres Belu serta para Perwira Polres Belu dan Pena Batas.

Ketua Pena Batas, Fredyrikus R. Bau selaku Ketua Pena Batas RI-RDTL mewakili wartawan gerbangntt.com, Mariano Parada dan teman-teman wartawan lain menerima permohonan maaf Kasat Resnarkoba.

Menurut Edy, memang banyak kali wartawan mengalami hal seperti itu. Namun ia berharap bukan dilakukan oleh aparat Kepolisian. Pasalnya, Polri dan Pers khususnya Polres Belu dan wartawan (Pena Batas) adalah mitra yang selama ini saling mendukung dalam profesi dan tugas pelayanan kepada warga.

Edy juga tegas meminta kepada Polres Belu, agar kedepannya kejadian ini tidak terulang lagi atau dialami oleh teman-teman wartawan lain di kemudian hari saat melakukan tugas peliputan wartawan.

“Kami minta ini kejadian pertama dan terakhir. Mari kita saling menghargai dan terutama saling mendukung kerja sesuai profesi dan tugas kita masing-masing,” ujar dia.

Sementara itu Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing meminta agar setelah ada permohonan maaf oleh Kasat Resnarkoba, teman-teman wartawan dapat menerima dan memaafkan. Selain itu kembali membangun komunikasi dan hubungan yang baik seperti selama ini sudah terjalin antara Pena batas dan Polres Belu.

Tobing juga berharap dengan adanya kejadian ini menjadi catatan refleksi bersama dan menjadikan hubungan baik dan keharmonisan antara Pena Batas dan Polres Belu selama ini makin kuat.

“Selesai ini kita tetap kembali membangun komunikasi yang baik untuk saling mendukung kerja pelayanan kita kedepan,” harap Kapolres Tobing.