Atlet Taekwondo Maria Lydia Rebut Medali Emas Pertama Untuk Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) IV 2019 Provinsi Nusa Tenggara Timur, cabang olahraga Taekwondo berhasil menyumbang medali emas pertama untuk Kabupaten Belu.

Medali emas pertama bagi Belu di sabet atlet Taekwondo Belu atas nama Maria Lidya Saik yang bertanding di kelas 42 Kg di GOR Oepoi, Kupang, Senin (24/6/2019).

Dalam pertandingan itu, Maria Saik berhasil mengalahkan atlit asal Kota Kupang. Pemilik nama lengkap Maria Lidya Saik salah satu pelajar di SMA Negeri 1 Atambua.

Tidak saja medali emas, kontingen asal perbatasan Belu juga berhasil meraih medali perak yang disabet oleh Intan Maulana di kelas 49 kg putri serta Putri Bunga Daeng yang bertanding dikelas under 63 kg putri.

Deny Nahak selaku Ketua Kontingen merasa bersyukur karena dihari pertama pertandingan Kabupaten Belu terlah berhasil menyabet tiga medali. “Ini merupakan tahapan awal menuju target juara umum,” kata dia.

Dituturkan, masih banyak atlet yang akan betanding lagi, sehingga peluang untuk memperoleh medali yang lebih banyak masih sangat besar. Untuk persiapan, atlet Belu sudah maksimal. Karena itu diharapkan target juara umum dapat diperolah kontingen Belu.

“Medali emas pertama ini diraih Maria, ini suatu peluang untuk Belu menjadi juara umum, saya berterimakasih untuk atlet dan pelatih yang sudah berjuang maksimal, dan untuk atlet yang berlum bertanding jaga kekompakan tetap semangat sehingga target juara umum dapat tercapai,” kata Nahak.

Maria Lidya Saik menyampaikan dirinya sangat bangga karena berhasil menyumbang emas pertama untuk Kabupaten Belu. Akui dia lawan atlet asal kota Kupang yang cukup berat, namun dengan disiplin latihan mampu pertahankan stamina sehingga berhasil raih juara.

Kepada rekan atlet asal daerah Belu yang belum bertanding Lidya berpesan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan fokus ketika bertanding, sehingga bisa mengalahkan lawan dan meraih juara.

“Saya senang dan bersyukur. Saya dapat hasil maksimal persembahkan medali untuk masyarakat Belu dan orang tua di Atambua. Karena itu saya minta doa dari semua masyarakat Belu untuk kami yang sedang bertanding,” pinta Lidya.