Kapolres Belu Pastikan Tindak Tegas Kasat Resnarkoba Terkait Intimidasi Wartawan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pimpinan Polres Belu pastikan akan menindak tegas perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan Kasat Narkoba Polres Belu, Iptu Ivans Drajat terhadap jurnalis GerbangNTT.Com, Mariano Parada saat meliput pertemuan Pejabat Timor Leste dan Pejabat Polres Belu dengan dua tersangka warga Timor Leste yang membawa Narkoba jenis pil ekstasi sebanyak 4.874.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing saat klarifikasi bersama awak media yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL di Atambua, Jumat (21/06/2019) malam menegaskan akan menindak tegas perbuatan bawahannya yang salah.

Tobing mengaku salah atas tindakan bawahannya Kasat Narkoba. Kendati demikian kata dia, perbuatan itu tidak bermaksud menghalangi tugas pekerja Media apalagi merusak hubungan keharmonisan antara Institusi Pena Batas yang selama ini terjalin dengan baik.

“Atas nama institusi saya selaku pimpinan menyampaikan permohonan maaf. Saya pastikan dia (Kasat) salah dengan caranya begitu. Tapi tindakan untuk menghalangi itu tidak ada,” jelas dia.

Dituturkan, selaku Pimpinan dirinya telah menegur Kasat Narkoba sejak kejadian tersebut. Tidak saja itu Tobing juga akan mengevaluasi kompetensi Iptu Ivans selaku Kasat Resnarkoba dan dalam waktu dekat ia akan mempertemukan Iptu Ivans Drajat dengan Mariano Parada dan Pena Batas.

“Segera kita akan pertemukan Kasat Narkoba dengan Pena Batas dan Kasat Narkoba agar menyampaikan permohonan maaf, karena tindakan yang dilakukan salah,” ujar Tobing.

Kepada awak media Kapolres Tobing meminta agar tetap membangun hubungan baik dengan Polres Belu. Persoalan yang sudah terjadi pasti secara internal akan dievaluasi.

“Saya selaku Kapolres menjamin tidak ada anggota yang berani melarang peliputan berita apalagi mengintimidasi wartawan,” tegas dia.

Akui Tobing selama ini Polres Belu tidak pernah melarang media untuk melakukan peliputan di Polres Belu. Selama bertugas sebagai Kapolres Belu, dirinya selalu memberikan informasi ketika dikonfirmasi para wartawan. Bahkan jika ia tidak berada di tempat, ia mengizinkan wartawan untuk mengkonfirmasi dengan para kasat dan kapolsek. Baginya, keterbukaan informasi tidak bisa ditutup-tutupi.

“Teman-teman kan tahu selama ini saya selalu terbuka dengan teman-teman. Kalau ada yang konfirmasi berita, saya pasti sampaikan. Jika saya tidak ada, pasti lewat kasat dan Kapolsek. Semuanya terbuka,” ucap Tobing.

Penyampaian permintaan maaf Kapolres Belu atas nama Institusi diterima Ketua Pena Batas, Fredrikus Bau bersama Anggota (wartawan) yang hadir dalam pertemuan klarifikasi itu.

Menurut Ketua Pena Batas Fredrik Bau, wartawan di Kabupaten Belu tidak bermasalah dengan institusi Polres Belu tetapi dengan oknum anggota yang adalah Kasat Narkoba Polres Belu.

Pasalnya tindakan Kasat Narkoba sudah menimbulkan rasa tidak nyaman bagi wartawan dan wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pena Batas akan menarik diri agar tidak terjadi lagi kejadian serupa kepada teman-teman wartawan lain.

“Sepanjang Kasat Iptu Ivans Drajat masih di Polres Belu maka Pena Batas akan boikit peliputan di Polres Belu, kecuali untuk konfirmasi berita ke Kapolres Belu,” tegas Edy sapaan akrab Ketua Pena Batas.