Pemerintah NTT Diminta Lakukan Terobosan Tekan SILPA

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi NTT diminta memperbaiki kinerjanya, dan melakukan terobosan- terobosan baru serta lebih cermat dalam menyusun perencanaan anggaran disebabkan masih besarnya SILPA (Sisa lebih perhitungan anggaran) APBD Provinsi NTT selama 5 (lima) tahun terakhir.

“Dana SILPA selalu bertambah setiap tahun anggaran. Ini berpengaruh pada belanja-belanja pembangunan di NTT dalam lima tahun ini,” kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD NTT, Kasintus P. Ebu Tho, Selasa (18/6/2019).

Menurut Maxi, demikian Kasintus P. Ebu Tho biasa disapa, pada tahun 2014 SILPA NTT sebesar Rp.248,1 miliar, tahun 2015 Rp.158,7 miliar, tahun 2016 Rp.282,8 miliar, tahun 2017 Rp.273,576 miliar, dan tahun 2018, dana SILPA NTT sebesar Rp 212,794 miliar lebih. Dan nilai ini mencapai hampir 20 persen lebih dari PAD NTT setiap tahun anggaran.

“Kalau dirata-ratakan SILPA selama lima tahun terakhir mencapai Rp.235,1 miliar. Ini jumlah yang sangat banyak,” kata Maxi yang juga Ketua Komisi I DPRD NTT ini.

Fraksi Gerindra berharap, pada tahun-tahun mendatang, SILPA APBD NTT makin dikecilkan oleh pemerintah. “Pemerintah coba lebih kreatif lakukan terobosan- terobosan untuk mengurangi SILPA APBD yang terus meningkat ini,” kata Maxi.

Terkait dana SILPA ini, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengatakan, hal itu akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT, dalam pelaksanaan APBD di tahun-tahun mendatang.

Dikatakannya, pemerintah akan senantiasa memperbaiki perencanaan dan sekaligus memacu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk mempercepat penyerapan anggaran.

“OPD akan dipacu mempercepat penyerapan anggaran dengan tetap memperhatikan kualitas output dan outcome program dan kegiatan untuk kesejahteraan masyarakat NTT,” Josef Nae Soi.