Mata Garuda NTT Gelar Sospro di Panti Asuhan Sonaf Maneka

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Mata Garuda, organisasi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan social project (Sospro) di Panti Asuhan Sonaf Maneka Kupang, Sabtu (15/6/2019).

Perwakilan Angkatan Wilayah NTT, Sharon Claudia Rambu P. Diah mengatakan, kegiatan yang diikuti oleh 69 orang dari organisasi yang beranggotakan baik mahasiswa maupun alumni penerima beasiswa LPDP dari wilayah NTT tersebut, dilatarbelakangi kepedulian kepada masyarakat khususnya di NTT.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan misi LPDP yaitu agar penerima beasiswa LPDP dapat memberikan kontribusi kepada Indonesia,” ungkap Sharon.

Menurut Sharon, kegiatan tersebut terbagi dalam dua sesi yaitu sesi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta sesi Kelas Inspirasi. Pelaksanaan kedua sesi tersebut dibagi untuk tiap jenjang pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi sesuai dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh oleh anak- anak panti asuhan Sonaf Maneka.

“Sesi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak anak Panti Asuhan Sonaf Maneka tentang pentingnya memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri,” katanya.

Sedangkan, lanjut dia, sesi Kelas Inspirasi yang terbagi dalam tiga bagian yaitu Lukisan Kehidupan, Catatan Masa Depan, dan Menjemput Asa bertujuan untuk memberikan motivasi dan informasi kepada anak- anak Panti Asuhan Sonaf Maneka untuk merencanakan masa depannya sejak dini, dengan fokus utama melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Para penerima beasiswa menggunakan berbagai media, salah satunya scrapbook, berisi antara lain pengalaman dan cerita inspiratif dari para penerima beasiswa.

Kepala Panti Asuhan Sonaf Maneka, Maria Imaculata mengaku senang dengan kegiatan yang diselenggarakan organisasi penerima beasiswa LPDP wilayah Provinsi NTT tersebut, karena dibagi per jenjang pendidikan dan materi yang disampaikan pun disesuaikan.

“Kami senang, karena kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di panti asuhan ini. Kami sebagai pengurus juga diberikan pemahaman tentang bagaimana menangani persoalan terutama masalah kesehatan,” katanya.

Maria menyebutkan, jumlah penghuni panti yang diasuhnya saat ini sebanyak 125 orang, mulai dari balita berusia 6 (enam) bulan hingga yang paling dewasa berusia 25 tahun.

“Untuk yang paling kecil usianya enam bulan, sementara yang paling besar umurnya 25 tahun dan saat ini sementara menempuh pendidikan di bangku kuliah,” papar Maria.