Tradisi Balap Perahu di Mabar Jadi Event Wisata Tahunan

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro Saputra Marthin
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Masyarakat pulau Seraya, Desa Seraya Meranu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) punya tradisi unik yang dilaksanakan setiap tahunnya, yakni Lomba balap perahu.

Disaksikan NTTOnlinenow.com, Selasa (11/6/2019) siang, di sekitar perairan pulau Seraya atau sebelah Utara Kota Labuan Bajo, masyarakat begitu antusias mengikuti dan menyaksikan perlombaan ini.

Meski tidak mendapatkan hadiah apapun, namun tradisi ini cukup menarik minat banyak peserta. Sebanyak 30 perahu ikut dalam tradisi lomba tersebut, diantaranya, 16 perahu dengan kapasitas 14 Paarden Kracht (PK) dan 14 perahu kapasitas 10 PK.

Perahu-perahu yang digunakan itu merupakan perahu milik warga desa yang berprofesi sebagai nelayan. Untuk lebih menyemarakan tradisi tersebut, para peserta lomba menghiasi perahu-perahunya dengan berbagai macam ornamen.

Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agustinus Rinus, S.Pd., menjelaskan, balap perahu ini merupakan tradisi unik dan menarik.

Karena itu, dirinya berencana akan menjadikan ini sebagai sebagai salah satu event tahunan yang akan dimasukan dalam program kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat dalam rangka menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke Labuan Bajo.

“Ini merupakan tradisi unik. Karena itu kami (DisParBud) Mabar berencana menjadikan ini sebagai kegiatan rutin. Dan kami berharap event ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisawatan, baik domestik maupun mancanegara,” katanya saat membuka kegiatan itu di Desa Seraya Meranu.

Menurutnya, tradisi ini akan menjadi ikon baru destinasi pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Upaya yang akan dilakukan adalah promosi dan kerjasama dengan biro perjalanan wisata untuk menjadikan lomba balap perahu ini salah satu peket penjualan.

“Kalau direncanakan dengan baik dan dipromosikan, saya yakin lomba balap perahu ini dapat menjadi ikon baru bagi pariwisata di Mabar,” ungkapnya.

Rencana tersebut pasti terwujud karena Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai Destnasi Super Perioritas Pariwisata melalui keputusan Presiden Republik Indonesia, tambahnya.

Turut hadir menyaksikan lomba tersebut adalah Direktur Destinasi Badan Otorita Pariwisata Flores (BOPF) Herybertus GL Nabit, beserta jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat.