Pertimbangan Keamanan, Pawai Malam Takbiran di Kota Kupang Ditiadakan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang beserta panitia pelaksana pawai takbiran 1 Syawal 1440 H lintas remaja Muslim se Kota Kupang sepakat meniadakan pawai kendaraan bermotor di malam takbiran.

“Pawai malam takbiran tahun 2019 ini ditunda dan semua fokus melakukan takbiran di masjid masing-masing,” ujar Ketua PHBI Kota Kupang, H Ambo, MSi di kediamannya, Selasa (4/6/2019) siang didampingi Mustakim Lilo dan Bahudin Syuan Lang selaku panitia pawai takbiran tahun 2019.

Pembatalan pawai malam takbiran ini juga disertai surat pemberitahuan panitia kepada Kapolres Kupang Kota selaku penanggungjawab keamanan di Kota Kupang.

Dalam surat tersebut, disebutkan sedianya pawai malam takbiran digelar pada Selasa (4/6) malam mengambil star dan finish di Masjid Raya Nur’saadah.

Pawai tahun 2019 ditiadakan dan baru dilanjutkan pada tahun 2020 sehingga kegiatan keagamaan dilakukan di masjid masing-masing serta lapangan yang menjadi tempat pusat kegiatan salat ied.

Kepada wartawan, Ketua PHBI Kota Kupang, H Ambo mengakui, sedianya pawai takbir/kota Kupang bertakbir 2019 dilakukan dengan bekerjasama dengan panitia. Namun panitia menunda pelaksanaan takbir karena beberapa alasan.

“Terkait kondisi negara karena masih butuh kondisi yang kondusif. Sehingga tidak bisa lakukan kegiatan besar,” ungkap H Ambo soal alasan penundaan tersebut.

Disisi lain, sesuai keputusan Menteri Agama RI, ada perbedaan pelaksanaan Idul Fitri. “Harusnya tanggal 4 Juni lebaran, tapi keputusan pemerintah tanggal 5 Juni Idul Fitri sehingga ada kendala serius maka panitia memutuskan untuk pawai takbiran ditunda,” tambahnya.

Disebutkan pula kalau panitia tidak begitu matang dalam hal persiapan karena ada dua versi hari lebaran. Namun demikian agenda tetap berjalan tahun depan.

PHBI Kota Kupang menyampaikan permohonan maaf bagi umat Islam di Kota Kupang karena agenda pawai takbiran tertunda. “Tapi ini kondisi yang secara fisik ada sejumlah kendala maka pawai malam takbiran tunda,” ujarnya.

Dijelaskan pula kalau takbiran tetap dilakukan di sejumlah masjid atau di lapangan yang ditentukan. “Tetap takbiran di masjid tapi tidak dalam bentuk keliling. Ada yang mau pawai tapi disarankan tidak usah. Berharap tidak ada konvoi di jalan. Silahkan ke masjid untuk melakukan takbiran,” tegasnya.

Jika ada yang melakukan konvoi maka bukan tanggungjawab panitia dan panitia tidak merekomendasikan.

Dia kembali menegaskan kalau tahun ini benar-benar prihatin sehingga dia berharap hari raya berjalan aman dan tenang dan Idul fitri di Kota Kupang tidak dicedarai dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

Disebutkannya, pembatalan dan penundaan ini juga murni karena keterbatasan panitia dan agenda nasional serta koordinasi yang belum maksimal.

Untuk lokasi salat pada Rabu (5/6/2019) pagi akan dilaksanakan di sembilan lapangan di Kota Kupang masing-masing lapangan Polda NTT, lapangan Korem 163/Wirasakti, lapangan TNI AL, lapangan Sat Brimob Polda NTT, lapangan AU, mesjid Nurul hikmah Tenau, parkiran Lippo Plaza, lapangan kantor walikota Kupang dan masjid raya Nur’saadah Kupang.

Namun karena pertimbangan banyaknya warga yang melakukan salat ied maka panitia juga merekomendasikan sembilan masjid untuk pelaksanaan salat ied.

“Ada 9 masjid yang direkomendasi. Masjid Darul Hijrah BTN Kolhua, Masjid Al Iklas Lasiana, Masjid Oesapa, Masjid Al Fitra Oesapa, Masjid Kelapa Lima, Masjid Al Fattah Bonipoi, Masjid Kampung Solor, Masjid Lasikode, Masjid KH Ahmad Dahlan kompleks UMK,” ujarnya.

Dia mengakui kalau sembilan lapangan yang dijadikan lokasi salat sangat penuh dan kesulitan parkiran serta macet, maka panitia mengalihkan sejumlah masyarkat ke masjid yang lain untuk sholat.

“Agar mobilisasi mudah dan waktu salat ied dari pukul 06.00 WITA,” tandasnya.