Jalur Mota’ain-Timor Leste Rawan Penyelundupan Narkoba ke Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jalur pelintasan Negara Indonesia PLBN Mota’ain dengan Batugade, Distric Bobonaro, Negara Timor Leste rawan penyelundupan Narkoba.

Pintu lintas Mota’ain di Desa Silawan, Kabupaten Belu, Timor Barat penghubung jalur darat dengan eks Propinsi ke-27 Timor-Timur itu jadi akses favorit menyelundupkan Narkoba dari Negara Timor Leste ke wilayah Indonesia.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Rabu (29/5/2019) petugas Bea Cukai Atambua di PLBN Mota’ain berhasil gagalkan penyelundupan diduga narkoba jenis pil ekstasi yang dibawa dua warga asal Negara Timor Leste.

Dua warga yang diketahui seorang laki-laki dan wanita asal Negara tetangga itu melintas masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu utama PLBN Mota’ain sekira pukul 11.30 wita menggunakan jasa transportasi Timor Travel dari Dili.

Memiliki kewenangan kawasan Kepabeanan petugas Bea Cukai memeriksa barang bawaan menggunakan security system X-Ray di PLBN Mota’ain dan terdeteksi barang yang dikemas dalam kantong plastic dan dimasukan ke dalam printer diduga narkoba.

Setelah terdeteksi barang bawaan itu diduga narkoba jenis pil ekstasi, pihak Bea Cukai langsung berkoordinasi dengan pihak Kepolisian (Polres Belu,red) untuk di proses lebih lanjut yakni melakukan uji laboratorium guna memastikan barang itu.

Kepala KPPBC Tipe Pratama B Atambua, Tribuana Wetangterah saat dikonfirmasi media membenarkan, adanya penangkapan dua warga asing asal Negara Timor Leste yang membawa narkoba jenis pil ekstasi.

“Masih lagi uji lab dulu bro untuk pastikan jenis barangnya,” kata Tribuana singkat via whatsapp, Rabu (29/5) malam.

Untuk diketahui, informasi lain dari hasil penindakan penggagalan itu petugas Bea Cukai berhasil amankan 4.874 butir diduga pil ekstasi yang dikemas dalam lima paket plastik berwarna kuning, coklat muda dan hijau yang diisolasi dengan modus disembunyikan di dalam printer.

Selanjutnya dua warga asing asal Negara Timor Leste berinisial JSP (pria) dan AS (wanita) beserta barang bukti telah diserahkan pihak Bea Cukai ke pihak Polres Belu guna pengembangan lebih lanjut.

Terpisah Anggota Komisi I DPRD Belu, Melkiyaris Lelo yang dihubungi terpisah mengatakan, tertangkapnya dua WNA asal Timor Leste yang diduga membawa narkoba jenis pil ekstasi oleh Bea Cukai saat masuk wilayah Indonesia menandakan perbatasan Belu dan Timor Leste rawan penyelundupan narkoba.

Melki meminta kepada aparat yang bertugas di garis perbatasan untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelintasan guna mencegah masuknya barang haram tersebut ke wilayah Indonesia.