Wabup Ose Resmikan Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati di Perbatasan Belu-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan meresmikan Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (29/5/2019).

Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati Atambua yang berlokasi di Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua merupakan Rumah Sakit Swasta yang dipimpin Dr. Hendrik Roman Klaran selaku Direktur dengan jumlah tenaga medis sebanyak 60 orang dengan ruangan 100 ruangan rawat inap dan fasilitas lainnya.

Menurut Ose, kita bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan menghadirkan satu Rumah Sakit lagi Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati di Kota perbatasan melalui karya besar dari pak Dokter Hendrik.

“Saya beri hormat untuk Pak Dokter, karena Pak Dokter sangat gigih berjuang yang belum tentu dimiliki orang lain,” kata dia.

Lanjut Ose, belajar dari itu respek dan respon dari pak Dokter untuk menghadirkan Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati itu merupakan panggilan. Panggilan seorang putra daerah yang dulu sangat dikenal dan berjasa di bidang kesehatan.

Dan bersyukur pada Tuhan bahwa melalui seluruh proses yang penuh kesulitan karena letak dan lain-lain akhirnya ada pelayanan kesehatan kepada masyarakat berdampingan dan bersama-sama dengan Rumah Sakit umum daerah dan Rumah sakit lainnya.

“Atambua Kota pinggiran tepian negeri. Rumah sakit hadir dipinggiran bantaran sungai Talau dan setahu saya tempat ini tidak pernah kena banjir. Yang penting kewaspadaan dan kehati-hatian dari segi lingkungan hidup dan keamanan dan kenyamanan tidak menimbulkan keraguan itu juga menjadi kepedulian kita semua,” ujar Ose.

Oleh karena itu, Pemerintah sudah harus memiliki kewajiban untuk membantu penahan sungai dengan bronjong guna mengamankan rumah sakit Sumber Kasih Sejati. “Karena swasta sekalipun itu aset, tidak ada pelayanan yang membedakan antara negeri dan swasta karena semua untuk manusia,” tandas Ose.

Kaitan pelayanan kesehatan dia tekankan fasilitas berupa sarana dan prasarana, manusia yang bekerja di bidang kesehatan sangat penting. Tidak diragukan lagi sebagai Dokter bedah tua, Dokter Hendrik punya pengelaman kerja yang begitu hebat.

Dia katakan, keberadaan rumah Sakit Sumber Kasih Sejati sangat membantu warga di perbatasan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu dalam pelayanan harus hadirkan cinta dan kasih jadi satu peduli perhatian untuk merawat pasien.

“Didalam pelayanan itu ada tiga hal yang tidak boleh dibuang yakni cinta, kasih dan sayang. Kalau cinta tanpa kasih sayang bubar. Tiga ini harus jadi perekat, hadirkan dalam cinta dan kasih sayang itu di rumah Sakit Sumber Kasih Sejati,” harap Ose.

Sebelumnya Direktur RS Sumber Kasih Sejati, Dr. Hendrik Roman Klaran menyampaikan bahwa, Rumah Sakit Sumber Kasih Sejati ini awalnya memang banyak sekali tantangan dan juga hambatan yang dialami. Awal mula tantangan yang paling berat yang harus kami atasi adalah pandangan dari pada lingkungan hidup dan juga daripada letak daripada rumah sakit yang berada di tepian dari kali talau dan juga di sini kurang lebih 175 meter arah utara itu ada sumber mata air yang merupakan sumber air untuk mayarakat kota Atambua.

Dikatakan, kami mempunyai tugas atau juga memang di dalam perencanaan daripada kami kedepan akan berusaha agar supaya tantangan dari pada lingkungan dan juga tata ruang yang ada dari Rumah Sakit Sumber Kasih ini dapat kami atasi.

Pertama tentunya kami mengadakan penghijauan, dimana saat sekarang kita lihat bahwa di sini sudah ada tanaman Evergreen di depan halaman Rumah Sakit ini ada 40 pohon dan ini sudah membentang ke belakang. Kami pelihara dan sementara sudah terlihat sebagai hutan yang mengelilingi Rumah Sakit, oleh karena itu di dalam perkembangan nanti jadi Rumah Sakit kami itu akan kami rubah namanya jadi (Rumah Sakit Sumber Kasih sejati Garden Hospital) itulah yang akan kami laksanakan itu yang sebenarnya di dalam perjalanan kami.

“Kedepan lanjut Dokter Hendrik, pihaknya akan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan visi misi dan juga fisik daripada rumah visi dan juga Motto daripada rumah sakit,” ucap dia.

Selesai peresmian, Wabup didampingi Dr. Hendrik bersama tamu undangan pimpinan OPD teknis, BUMN/BUMD meninjau ruang operasi, rawat inap VVIP dan biasa, ruang ICU serta fasilitas sarana prasarana lain Rumah Sakit tersebut.