Pemkot Kupang Telah Tenderkan 17 Paket Pekerjaan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Kupang telah melakukan tender untuk 17 paket, terhitung sampai 17 Mei 2019.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Kupang, Roni Tade, mengatakan, dalam proses pengadaan barang dan jasa, khususnya dalam bidang pengadaan barang dan jasa, sudah melakukan beberapa tahapan, yaitu pengimputan Rencana Umum Pengadaan (RUP).

“Jadi untuk RUP ini untuk 39 Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, sudah diumumkan dan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan atau SIRUP, jadi publik sudah bisa mengetahui, berapa besar paket kegiatan yang ada di Kota Kupang,” katanya.

Roni melanjutkan, untuk pelaksanaan, khsusunya yang berkaitan dengan proses tender, sudah ada 35 paket dalam proses tender. Semua proses tender dilakukan secara cepat, sesuau dengan arahan Wali Kota Kupang agar proses tender tidak memakan waktu lama agar semua paket dapat segera berjalan.

“Jadi kalau bisa dan diupayakan agar semua pekerjaan harus selesai dalam bulan November, karena pekerjaan juga dilihat dengan mutu pekerjaan itu sendiri, jadi proses tender dilakukan secara cepat, agar dalam pengerjaannya tidak terburu-buru dan mengabaikan kualitas pekerjaan itu sendiri,” ujarnya.

Roni mengaku, beberapa paket lainnya dalam proses perencanaan, baik itu jenis pekerjaan kontruksi maupun barang, baik itu lewat metode swakelola, pemilihan maupun penyedia.

Jadi, Roni berharap dengan mempercepat proses tender ini, diharapkan semua pekerjaan dapat berjalan baik, ada ruang untuk pemeliharaan dan lainnya, jangan sampai pekerjaan itu terkesan terburu-buru lalu mengabaikan mutu pekerjaan itu sendiri.

Selain itu, Roni melanjutkan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa juga sudah bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengembangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI, untuk membuat rencana aksi, Sistem Informasi Unit Layanan Pengadaan, untuk menentukan tingkat kematangan dalam kaitannya dengan pengelolaan Pengadaan barang dan jasa.

“Jadi berkaitan degan Lembaga Pengelolaan Secara Elektronik, jadi semuanya sudah tersistem secara baik, kedua tentang kesiapan pokja pemilihan, dan ketiga pengadaan berkaitan dengan kinerja, jadi waktu menentukan tingkat kematangan kita ada level-levelnya,” katanya.

Selain itu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa juga bekerjasama dengan Badan Pengawas Keuangan (BKP) agar semuanya tersistem secara baik dan transparan, untuk kegiatan ini dapat berjalan secara baik sesuai dengan aturan dan prosedur yang baik, dari perencanaannya sampai pemanfaatannya.

Jadi, kata Roni, di bagian ini berupaya untuk meningkatkan kinerja dengan semua perangkat yang ada, agar jangan sampai ketika dalam proses tender sistemnya terganggu dan kendala lainnya, juga kematangan pokja pemilihan, harus memiliki kematangan yang baik, agar bisa berimbang.

“Untuk pelelangan sendiri terbuka untuk umum dan tidak dibatasi karena semuanya tersistem, bisa dilihat berapa paket yang dilelang dan tawarannya,” ujarnya.