Perbaikan Jalan Longsor Weluli-Fulur Batas Belu-Timor Leste Menunggu Kajian Tim Dari Politeknik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kerusakan ruas jalan (longsor) di jalur Weluli menuju Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste akan segera diperbaiki.

Direktur PT Pundi Mas Bahagia, Aloysius Mintura mengatakan, selaku pelaksana pihaknya siap memperbaiki jalan longsor Weluli menuju Fulur. Namun masih akan menunggu informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belu.

“Keterangannya kita masih tunggu hasil kajian tim teknis dari Politeknik seperti apa yang akan turun. Keterangan seperti apa kita tunggu dari Dinas teknis,” ujar dia saat dihubungi media.

Dijelaskan bahwa, kita sebagai pelaksana sudah bekerja sesuai dengan RAB dan soal kerusakan jalan yang terjadi itu dikarenakan faktor alam. “Kita tunggu dari tim teknik hasilnya seperti apa,” kata Mintura.

Dia membenarkan kerusakan pekerjaan peningkatan jalan dari lapen ke hotmix. Kerusakan jalan longsor akibat hujan sejak awal tahun terdapat di dua titik dan sebagai pelaksana tentu bersedia untuk memperbaiki kerusakan jalan sesuai petunjuk Dinas teknis.

“Kita siap perbaiki yang rusak ringan selama dalam masa pemeliharaan. Tapi kalau kerusakan yang terjadi faktor alam tentu akan makan biaya baru lagi, tidak bisa dari biaya pemeliharaan,” ujar dia.

Lanjut Mintura, perbaikan ruas jalan yang menghubungkan antar Desa di perbatasan Belu dengan jalan sabuk merah dibutuhkan penanganan khusus. “Jalan masih dalam pemeliharaan dan belum FHO,” terang dia.

Ditambahkan, kita menunggu hasil putusan dari tim teknis karena surat sudah dikirim dan kita tunggu biar penanganannya tidak salah.

Informasi yang berhasil dihimpun, volume ruas jalan hotmix kurang lebih lima kilo meter sepanjang Weluli-Fulur di Kecamatan Lamaknen dikerjakan dua paket jalan dan penahan bahu jalan dengan alokasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2018 dengan jumlah biaya Rp 16,6 miliar dan 2,2 miliar.

Jalan itu mengalami kerusakan karena longsor akibat intensitas hujan yang tinggi pada bulan Februari lalu. Pengerjaan ruas jalan Weluli menuju Desa Fulur sejak awal Juni 2018 itu mengalami longsor berat pada dua titik dan kondisi itu menyebabkan penurunan badan jalan dan keping-keping aspal arus lalulintas sempat mengalami kemacetan.

Terpisah PLT Dinas PU, Vincent Laka yang konfirmasi media terkait hal itu mengatakan hasil kajian tim teknis dari Politeknik belum ada dan rencana akhir bulan ini tim baru akan datang ke Belu.