Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Belu dan Malaka

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu serius menangani kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan Negara Indonesia dan Timor leste.

Penyidik Tipikor telah menetapkan empat tersangka dari dua kasus dugaan korupsi Dana Desa masing-masing satu kasus di Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu dan satu kasus di Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur Kabupaten Malaka.

Demikian Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kasat Reskrim, AKP Ardyan Yudo Setiantono dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (13/5/2019).

Menurut Yudo, empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa dua diantaranya Kepala Desa Rafae, Yosep Soe Tefa dan Bendahara Desa, Rosanti Nurmalu Jau. Sementara itu dua lainnya yakni, Penjabat Kepala Desa Numponi, Syprianus Manek Asa dan Bendahara Desa, Stefanus Soares Boafida.

Dijelaskan bahwa, penetapan empat tersangka dari dua kasus dugaan korupsi Dana Desa Rafae dan Numponi berdasarkan hasil audit inspektorat Kabupaten Belu ditemukan total kerugian Dana Desa di Desa Rafae sebesar Rp 446 juta lebih dan total tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2016 dan 2017. Sementara berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Malaka menunjukkan total kerugian dalam kasus Dana Desa di Desa Numponi sebesar Rp 286 juta lebih yang merupakan dana desa tahun 2016.

Lanjut Yudo, penyidik sudah menetapkan tersangka dan berkas perkara untuk kasus Dana Desa Rafae sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belu hari ini. Sedangkan berkas perkara kasus Dana Desa di Desa Numponi akan dilimpahkan pada pekan depan. Hasil penyelidikan Polisi, modus korupsi yang dilakukan para tersangka adalah membuat laporan fiktif dalam pengelolaan Dana Desa.

Terkait itu Yudo menuturkan, penyidik belum menahan para tersangka karena dinilai kooperatif selama dipanggil penyidik Tipikor untuk pemeriksaan atau mengambil keterangan. Dari empat tersangka tersebut, tiganya berada di tempat yakin tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti.

“Satu tersangka Bendahara Desa Numponi Stefanus Soares Boafida yang sudah kabur sejak proses penyidikan, dan dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan status penetapan sebagai daftar pencarian orang (DPO),” kata dia.

Pada prinsipnya tekan Yudo, Polres Belu sangat serius menyelidiki kasus-kasus Tipikor di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka. Kendati demikian penyelidikan kasus tipikor baik itu kasus Dana Desa, Dana APBD II, APBD I maupun APBN dan itu membutuhkan waktu tidak sedikit, karena keterbatasan personel penyidik Tipikor yang hanya berjumlah empat orang.