52.846 Wajib Pajak Lapor SPT di KPP Pratama Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Kupang mencatat, sejak Januari hingga 2 Maret 2019, jumlah total Wajib Pajak (WP) yang menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) sebanyak 52.846 wajib pajak.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Moch. Luqman Hakim sampaikan ini dalam rilisnya yang diterima media ini, Jumat (3/5/2019).

Luqman menjelaskan, dari segi total wajib pajak, capaian tahun ini memang hanya terpaut 5.077 wajib pajak dari tahun sebelumnya, akan tetapi yang patut diapresiasi adalah capaian wajib pajak yang menggunakan E- Filing dimana pada tahun ini secara total baik Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang menggunakan E-Filing berjumlah 50.647 Wajib Pajak atau naik sebesar 37 74% dari tahun lalu.

Selama itu, penggunaan E- Filing berpengaruh pada penerimaan SPT Tahunan secara manual (hardcopy) yang mengalami penurunan sebanyak lima kali lipat pada tahun ini dan yang semula berlumlah 11.000 pada tahun lalu menjadi hanya 2.199 pada tahun ini.

“Hal tersebut tentunya merupakan kabar baik, dimana membukukan bahwa sekarang sudah banyak masyarakat Kupang yang melek teknologi dan memilih untuk menyampaikan SPT Tahunannya secara online,” jelasnya.

Menurut Luqman, untuk Wajlb Pajak Orang Pribadi Karyawan, terdapat sejumlah 46.279 wajib pajak yang menyampaikan secara online dan 435 wajib pajak menyampaikan secara manual.

Sedangkan, untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Non Karyawan terdapat 2.125 wajib pajak yang menyampaikan secara online dan 1.035, yang menyampaikan secara manual Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Karyawan secara online mengalami pertumbuhan sebanyak 31.48%, sementara untuk Non Karyawan sebanyak 212. 96%.

“Sementara itu, untuk Wajib Pajak Badan, secara total terdapat 2.972 Wajib pajak dimana sebanyak 2.243 menyampaikan secara online dan 729 menyampaikan secara manual,” ujar Luqman.

Dia menyebutkan, walaupun mengalami peningkatan dari tahun lalu namun capaian penyampaian SPT Tahunan Badan belum menunjukkan perolehan yang optimal. Hal ini mayoritas disebabkan oleh belum siapnya Iaporan keuangan beserta dokumen pendukung yang harus disiapkan oleh masing-masing Wajib Pajak Badan.

“Terkait hal ini, KPP Pratama Kupang mengharapkan agar pada tahun depan laporan keuangan yang nantiya akan menjadi dasar pengisian SPT dapat selesai di awal tahun sehingga para wajib pajak badan tersebut dapat segera menyampaikan SPT Tahunan sebelum jatuh tempo agar kendala sistem yang diakibatkan oleh banyaknya pengguna yang masuk pada tanggaI-tanggal akhir dapat dihindari,” sebutnya.

Terkait kendala sistem tersebut, lanjut Luqman, Direktorat Jenderal Pajak telah memberikan kebijakan dimana diberlakukan pengecualian denda bagi Wajib pajak yang mengalami kesulitan mengunggah pelaporan SPT Tahunan Badan dan SPT PPN Masa untuk masa pajak Maret 2019 hingga 2 Mei 2019.

Luqman menambahkan, wajib pajak yang diberikan pengecualian dan denda adalah, wajib pajak yang menyelenggarakan pencatatan pembukuan dengan akhir tahun buku 31 Desember 2018. Selain itu, wajib pajak yang melaporkan SPT Masa PPN untuk masa pajak Maret 2019.

“Sementara itu, bagi wajib pajak yang menyampaikan setelah tanggal tersebut maka akan tetap dilakukan law enforcement sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas Luqman.