Pemerintah NTT Diminta Petakan Sekolah yang Laksanakan UNBK

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diminta melakukan pemetaan SMA/ SMK yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di daerah itu.

Anggota Komisi V DPRD NTT dari Fraksi Partai NasDem, Alexander Ena sampaikan ini saat rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT di ruang rapat komisi itu, Selasa (30/4/2019).

Menurut Alex, demikian Alexander Ena biasa disapa, pemetaan sekolah dalam hal ini yang menjadi kewenangan Pemprov yaitu SMA/ SMK yang melaksanakan UNBK menjadi penting guna mengetahui kendala atau persoalan terkait pelaksanaan UNBK dimaksud.

“Ini sangat penting. Kita minta harus ada data pemetaan berapa jumlah sekolah, target berapa banyak sekolah yang akan melakukan UNBK, kebutuhan perangkat dan sebagainya,” kata Alex.

Selain itu, Alex mengatakan, dengan pemetaan itu, Pemerintah dan DPRD bisa mengetahui kondisi sekolah- sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK dan juga mengetahui jumlah sekolah yang masih melaksanakan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK).

“Kita perlu tahu, kondisinya seperti apa, mengapa ada sekolah yang bisa laksanakan UNBK dan ada yang tidak. Kendalanya apa, sehingga perlu dicarikan solusinya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola menyebutkan, sesuai hasil pendataan yang telah dilakukan pihaknya, jumlah SMA/ SMK di NTT sebanyak 832 sekolah baik negeri maupun swasta.

“Dari jumlah ini terdapat 60 sekolah yang belum tersambung jaringan listrik atau belum ada listrik. Sejumlah sekolah yang punya listrik juga masih menggunakan generator maupun PLTS dan ini bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan UNBK,” sebutnya.

Benyamin menjelaskan, untuk SMA baik negeri maupun swasta yang melaksanakan UNBK di NTT sudah mencapai 424 sekolah, dan untuk SMK sebanyak 230 sekolah. Sedangkan yang masih malaksanakan UNPK sebanyak 179 sekolah untuk SMA dan SMK sebanyak 49 sekolah.

“Sementara kalau dilihat dari persentasenya, UNBK SMA sudah mencapai 70,32 persen, dan untuk SMK mencapai 82,44 persen. Selain itu, berdasarkan hasil perhitungan kami khususnya untuk komputer, masih ada 112 sekolah SMA belum memiliki perangkat komputer, sementara untuk SMK masih 107 sekolah, sehingga totalnya sebanyak 219 sekolah,” papar Benyamin.