Jeklin Sebut Ada Kejanggalan Suami Tewas di Jalan Pantura TTU, Desak Polisi Ungkap Tuntas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bobby Jonathan Wora (41), warga Tenu Kiik, Kota Atambua, Kabupaten Belu ditemukan tewas di jalan raya jalur pantai utara (Pantura), Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste pada 21 Desember 2018 tahun lalu.

Keterangan Kepolisian dari Satuan Lalulintas Polres TTU, korban tewas akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak ternak sapi yang melintasi jalan raya tersebut (lokasi kecelakaan,red).

Meski pihak Kepolisian membuat surat bahwa korban tewas karena lakalantas, keluarga korban dalam hal ini isteri korban merasa ada kejanggalan dalam peristiwa lakalantas yang menewaskan suaminya. Keluarga mencium adanya kematian tak wajar lantaran sejumlah fakta di lokasi kejadian yang jarang terjadi pada korban lakalantas murni.

Jeklin Luanlaka Isteri korban kepada awak media di kediamannya Tenu Kiik, Atambua, Selasa (30/4/2019) menegaskan, kematian suaminya di jalur pantura raya Desa Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU yang letaknnya di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL sangat tidak wajar dan tidak meyakini menabrak ternak sapi.

Menurut Jeklin, sangat janggal saat terjadi lakalantas menabrak sapi di jalan raya dan korban meninggal dunia. Namun helm yang dikenakan korban tidak mengalami lecet sedikitpun. Tidak saja itu, jelas dia luka-luka pada tubuh korban tidak seperti luka orang yang mengalami lakalantas seperti biasanya dan keluarga merasa heran karena ada sejumlah barang milik korban yang tidak sesuai.

Dijelaskan bahwa, hasil visum di RSUD Atambua menyatakan bahwa kepala bagian belakang (otak kecil) korban lembek juga ditemukan luka lebam pada bagian wajah, kaki dan belakang, dan luka ini bukan akibat kecelakaan lalulintas. Kaitan hasil itu pihak keluarga korban mempertanyakan pernyataan pihak Lantas Polres TTU yang mengatakan korban tewas lakalantas tunggal.

“Dokter yang visum waktu itu mengatakan, dirinya baru pertama kali tangani korban kecelakaan seperti ini. Kok bisa celaka kayak begini e,” sebut Jeklin.

Pihak keluarga korban juga merasa aneh dengan pernyataan polisi yang mengatakan bahwa korban mengalami kecelakaan lalulintas tunggal yang di mana motor dan helm yang digunakan korban sama sekali tidak mengalami lecet ataupun kerusakan. “Anehnya helm dan motor yang digunakan tetap dalam keadaan utuh,” terang dia.

Lanjut Jeklin, kronologi kejadian pada tanggal 21 Desember 2018 lalu. Suaminya bekerja di sebuah tambak garam seluas satu hektar berlokasi di Masin Bot atau Masi Naek, Ponu, Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Mounleu, Kabupaten TTU bersama pekerja lainnya.

Akui Jeklin, hari itu sebelum meninggal korban menelpon dirinya hingga belasan kali. Kurang 1 menit waktu menunjukkan pukul 18.00 wita, korban kembali menelpon untuk memberi tahu kalau dia korban akan segera pulang ke rumah di Tenukiik.

Namun, sekitar pukul 19.00 waktu setempat Jeklin mendapat telepon berturut-turut dari seorang tenaga kerja dan seorang Polisi yang mengatakan bahwa suaminya telah meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan Pantura raya di jalur Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU. “Saya dapat telpon dari Polisi bahwa suami saya kecelakaan karena tabrak sapi,” ucap dia.

Dan pihak Kepolisian TTU pun menyatakan bahwa korban meninggal dunia karena murni mengalami kecelakaan tunggal, namun Polisi hanya foto korban sedangkan sapi dan kendaraan tidak difoto.

Terpisah, Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto yang dikonfirmasi Selasa (30/4/2019) malam mengatakan, apa yang disampaikan isteri korban adalah haknya. Baginya, informasi terkait kematian tak wajar tersebut menjadi bahan bagi pihaknya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Terimakasih infonya, jadi bahan lidik buat kami,” ujar Krisna.

Meski sudah lima bulan berlalu sejak kematian Bobby Jonathan Wora sejak tanggal 21 Desember lalu perjuangan isteri Jeklin Luanlaka untuk mendapatkan kepastian kematian suaminya belum menemui titik terang. Kasus kematian suaminya masih misteri.

Pasca penguburan suaminya, Jeklin beberapa kali mendatangi Polres TTU untuk meminta pihak Kepolisian menelusuri lebih jauh sebab kematian suaminya yang menurut pihak keluarga korban meninggal karena dibunuh. Akan tetapi penanganan yang diharapkan belum terjawab.

Dijelaskan, dirinya kembali mendatangi Polres TTU pada tanggal 18 Maret 2019 lalu untuk mengetahui kejelasan sejauh mana penanganan kasus kematian suaminya yang diduga bukan karena kecelakaan Lakalantas. Namun pihak Polres TTU tetap mengeluarkan Surat Keterangan Kecelakaan tunggal murni yang dialami oleh korban Bobby Jonathan Wora.

Jeklin sebagai Isteri korban yang masih tidak puas dengan pernyataan Keterangan yang dikeluarkan Polres TTU tidak balik kembali ke rumahnya di Atambua, tapi langsung menuju Kupang dan tanggal 19 Maret 2019, Jeklin Luanlaka melaporkan kasus kematian suaminya itu ke pihak SKPT dan Reskrim Polda NTT untuk diusut langsung oleh pihak Kepolisian Daerah NTT.

“Laporan ini kami buat atas ketidakpuasan hasil Lidik dari Lantas Polres TTU,” ujar dia.

Setelah melaporkan ke pihak Polda NTT, Jeklin dijanjikan kurang lebih tiga hari kasus kematian suaminya akan ditindak lanjuti oleh penyidik. Namun yang terjadi hingga saat ini, keluarga korban belum mendapatkan informasi lanjut dari Kepolisian untuk penindakan terhadap kasus kematian Bobby Jonathan Wora.

Pihak keluarga korban sangat yakin kalau kematian suaminya akibat dibunuh bukannya kecelakaan lalulintas tunggal. Sehingga pihak keluarga korban inginkan pihak Kepolisian serius dalam tangani kasus kematian Bobby Jonathan Wora.

Bahkan lanjut Jeklin, pihak keluarga korban bisa membantu memberikan beberapa petunjuk (bukti dan saksi) kepada Kepolisian dalam pengungkapan kasus kematian suaminya yang menurut mereka bukan murni lakalantas.

“Saya merasa ada indikasi lain kematian suami saya bukan kecelakaan. Saya pastikan dia dibunuh tapi bukan di TKP. Kalau polisi ingin tindaklanjuti maka saya bisa bantu beberapa bukti yang sudah kami keluarga kumpulkan serta beberapa saksi,” kata dia.

Jeklin berharap Kepolisian bisa bekerja dengan serius dan mendapatkan kepastian hukum, sehingga bisa mengungkapkan kematian suaminya. Korban Bobby Jonathan Wora pergi meninggalkan dirinya bersama kedua anaknya masing-masing berusia lima tahun dan tiga tahun.

“Keluarga korban berharap kasus kematian suaminya bisa segera terungkap. Tapi apabila kasus kematian suaminya tidak bisa juga diungkap pihak Polda NTT, maka dirinya bersama keluarga akan melaporkan kasusnya ke pihak Mabes Polri,” tandas Jeklin.