Pemblokiran Jalan Pasca Pemilu, Kapolsek Asesa Himbau Masyarakat Jangan Takut

Spread the love

Laporan Peter Tenda
Nagekeo, NTTOnlinenow.com – Peristiwa Pembelokiran jalan dengan menumpuk material pada jalur jalan menuju pemukiman warga desa Maropokot dan Nangadhero oleh oknum yang diduga pendukung salah satu Calon Legislatif yang gagal mendulang suara dalam percaturan politik kabupaten Nagekeo, menyisahkan keresahan bagi warga setempat meski pemerintah dan aparat keamanan telah siaga mengamankan kondisi tersebut dengan membuka kembali akses jalan yang ditutup.

Ahmad Serang salah satu Anggota Badan Permusawaratan Desa (BPD) Desa Maropokot ketika di jumpai NTTOnlinenow.com, pada hari Kamis 25 April 2019 menuturkan bahwa peristiwa pembelokiran jalan bahkan tempat penguburan umum di wilayah Desa Maropokot sudah sering terjadi hampir setiap moment politik. Untuk itu ia Berharap perlu adanya koordinasi antara pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani masalah ini karena situasi ini sudah memberikan ketidaknyamanan bagi Masyarakat dan rasa trauma akibat kejadian ini.

“Buka tadi malam, timbunan itu, tapi sekarang mereka sebelah masih ragu untuk minta air, untuk minta masuk mobil, trauma masih ada,” ungkap Ahmad.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Desa Maropokot Masjidin Lezo yang juga dimintai tanggapannya pada Kamis, 24 April 2019 siang, menyayangkan peristiwa ini, karena dinilai mematikan dan menghambat akses kebutuhan vital masyarakat seperti air minum/bersih.

“Bawasannya tindakan ini mematikan masyarakat terhada akses untuk air, karena air kita pake beli” demikian ujarnya.

Sebagai tokoh masyarakat Masjidin berharap agar pemerintah setempat bisa membangun komunikasi yang baik dan efektif dengan semua elemen mengatasi persoalan ini, agar dikemudian hari, kejadian serupa tidak terulang karena hal-hal yang berhubungan dengan urusan kenyamanan dan kesejahteraan Masyarakat adalah urusan pemerintahan.

Iapun mengakui bahwa dirinya dan kepala desa telah menemui pihak yang memiliki hak ulayat dalam rangka membangun komunikasi untuk menyikapi masalah ini.

Semantara Kepala Kepolisian Sektor (kapolsek) Aesesa, AKP. Ahmad saat ditemui NTTOnlinenow.com di kantor Kapolsek Aesesa, menghimbau kepada Masyarakat untuk tidak perlu takut terhadap semua bentuk ancaman atau teror apapun yang mengintimidaasi masyrakat paska Pemilu 2019.

Kapolsek Aesesa menjamin keamanan bagi Warga masyarakat dan akan turun tangan langsung menyelesaikan persoalan jika ada laporan dari masyarakat.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut atau ditakut takuti, kita ini negara hukum, bebas tapi tidak bebas untuk berbuat yang melanggar aturan,” tegas Ahmad.

Beliau menjelaskan untuk masalah penutupan jalan di Desa Maropokot dan Nangadhero, ia telah berkoordinasi dengan instansi terkait, yang paling bawahnya adalah Kepala Desa masing-masing untuk segera membuka kembali akses jalan tersebut dan kemudian pihak kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkoordinasi dengan pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo turun tangan dalam membuka akses jalan di area Maropokot dan Nangadhero.

Untuk kelanjutan dari masalah ini, kepolisian telah meminta keterangan dengan menginterogasi oknum yang diduga melakukan perintah untuk melakukan kegiatan penutupan akses jalan ini untuk mengetahui tujuan dan niat pelaku.