Anak Generasi Emas Penting Dibimbing, Dibentuk dan Dibina Sejak Usia Dini

Spread the love

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anak yang sejak lahir hingga usia 6 tahun merupakan generasi emas yang perlu dibimbing, dibentuk, dibina dari awal agar mereka terbiasa dan dibiasakan mencintai lingkungan, menjaga kebersihan, sopan santun dengan proses-proses pembiasaan yang terus menerus ditanamkan.

Demikian Bupati Belu, Willybrodus Lay saat membuka Workshop Peningkatan Kapasitas Gugus Tugas PAUD HI Tingkat Desa yang dihadiri para Tutor, Kader Posyandu, Kader Desa, Bunda Paud bertempat di aula Susteran Ssps, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (26/4/2019).

Menurut dia, pembinaan Anak Usia Dini (Paud) suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan dengan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan mental dalam memasuki pendidikan usia lanjut.

Kegiatan yang diprakarsai Save the Children ini sangat penting bagi kita semua khususnya bagi para Bunda Paud, tutor, kader Desa dan Posyandu yang ada di wilayah perbatasan Belu. Anak-anak Paud itu harus mendapatkan hak yakni pelayanan pendidikan yang layak dan setara.

“Ini luar biasa perhatian Save the Children untuk Kader Posyandu dan pengelola Paud. Kalian ini negara titip untuk membina, membimbing anak-anak generasi emas menjadi baik ke depan, dan ini tanggungjawab besar tidak saja pengelola Paud tapi kita semua orang tua,” tegas Lay.

Dikatakan, pengembangan anak usia dini holistik integratif (Paud H-1) merupakan salah satu upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk mememuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan terkait secara sistematis.

Membentuk generasi emas tidak bisa secara tiba-tiba, perlu pembiasaan secara terus menerus dan melalui keteladanan. Penanganan harus bersifat holistik dan integratif serta melibatkan keluarga, masyarakat dan Pemerintah.

Lanjut Lay, yang menjadi penting adalah meningkatkan kompetensi tutor Paud sehingga mereka dapat mengajari dan mendampingi anak sesuai dengan kurikulim 13 Paud serta penuh kasih sayang.

“Membentuk anak sejak usia dini penting, selain nilai budaya tanamkan juga jiwa patriotisme, nasionalisme pada diri anak-anak yang ada di perbatasan. Selain itu tanamkan juga fundamentalis pada diri anak. Peran orang tua sangat penting mendiidik, membina anak di rumah. Didik yang baik agar mereka tumbuh sehat dan cerdas,” pesan Lay.

Field Manager Save the Children, Harun Anggo menyampaikan kegiatan workshop ini diikuti para Tutor sebanyak 15 orang, Kader Desa 15 orang, Kader Posyandu 15 orang serta Bunda Paud 15 orang yang berjumlah 60 orang.

Menurut dia, anak sejak dini tidak saja dibimbing, dibina pendidikannya. Tapi juga perlu didorong dengan kesehatan anak, sehingga anak selain cerdas juga sehat jasmani rohani untuk melaksanakan pendidikan sejak dini hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri juga Bunda Paud Kabupaten Belu, Nyonya Vivi Lay dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Marsi Loe.