Mendikbud Muhadjir Effendy Pantau UNBK di Perbatasan Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Rabu (24/4/2019).

Pantauan NTTOnlinenow.com, Mendikbud Effendy bersama Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi, Bupati Belu, Willybrodus Lay, Dandim 1606/Belu, Letkol Inf Ari Dwi Nugroho bersama rombongan Kemendikbud tiba di SMA Negeri 1 Atambua langsung mengelilingi kompleks sekolah guna melihat fasilitas gedung didampingi Kepala Sekolah.

Menteri Effendy memasuki salah satu ruang kelas dan berdialog dengan para siswa-siswi kelas 2 seputar kegiatan belajar mengajar selama ini. Nampak Mendikbud bersama Wagub Josef Nai Soi terlibat dialog tanya jawab dengan beberapa pelajar menggunakan bahasa Inggris.

Selesai berdialog, Menteri Effendy langsung menuju ke ruangan kelas tempat pelaksanaan UNBK. Nampak Mendikbud yang tiba di depan ruangan langsung membuka pintu melihat para siswa yang sedang melaksanakan ujian nasional dan berdikusi dengan pengawas ujian.

Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan terimakasih kepada Mendikbud bersama rombongan yang telah melakukan kunjungan kerja memantau pelaksanaan UNBK di Kabupaten Belu perbatasan Indonesia dengan Timor Leste.

Akui Lay, di wilayah Belu masih terdapat beberapa sekolah baik itu ditingkat SD, SMP maupun SMA/SMK yang masih minim fasilitas pendidikan. Sehingga saat pelaksanaan ujian siswa masih menggunakan sistem manual. Dengan kondisi ini, Pemerintah Pusat bisa membantu fasilitas guna mendukung dunia pendidikan di perbatasan Belu.

Sementara Wagub Josef Nai Soi mengatakan, dunia pendidikan di wilayah NTT banyak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pak Menteri sudah melihat langsung tadi. Program Gubernur yakni rencana fokus tingkatkan pendidikan lebih mantap lagi tahap demi tahap.

“Kami, saya dan Gubernur belum bisa buat apa-apa. Konsep kami di dunia pendidikan kami menamakan transformasi komponen-komponen pendidikan,” ujar Nai Soi.

Dikatakan, tenaga kependikan dan tenaga pendidik kami utamakan untuk wujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Komponen kependidikan dan pendidikan sangat penting, jangan berhenti belajar karena itu penting untuk masa depan. Dia menyerukan kepada semua tenaga pendidikan agar jangan melihat hari ini.

“Kalau ngajar malas-malas, yakin tidak masuk surga. Jadi tolong anak-anakku tadi pak Menteri keliling, lihat coretan-coretan di dinding minta bersihkan coretan-coretan di dinding. Saya minta Pak Bupati besok datang lihat apa sudah bersih atau belum,” ingat dia.

Wagub NTT itu akui, sarana dan prasarana kami di NTT masih sangat rendah. Kita anggarakan 1,8 trilliun untuk membangun dunia pendidikan di NTT. Kami tidak akan segan-segan untuk ke Menteri juga beberapa Menteri lain untuk dapatkan lagi bantuan guna dukung pendidikan.

“Masalah pembiayaan, manfaatkan pembiayan itu dengan seefisien mungkin. Mari bangkit untuk sejahtera, tidak boleh terbelenggu. Anak-anak didik jangan belajar saat ujian saja, tapi harus sedikit demi sedikit, hilangkan cara nyontek saat belajar atau ujian,” pesan Nai Soi.

Menteri Effendy berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidikan serta fasilitas pendidikan di wilayah NTT khususnya di daerah perbatasan antar Negara. Total dana untuk NTT tahun 2019 diatas Rp 3,7 triliun dalam bentuk DAK belum termasuk honor guru sesuai permintaan Presiden dan minta NTT perhatian khusus di sektor pendidikan.

“Satu hal yang sangat saya senang dan luar biasa yakni, gairah belajar siswanya. Gairah belajar ini tradisi mengajar dari dulu oleh misionaris dan arahkan yang baik dengan dengan tunjangan fasilitas yang ada,” kata dia.

Diingatkan juga agar beberapa kerusakan pada fasilitas gedung sekolah diperhatikan, diperbaiki demi kenyamanan dan kelancaran belajar mengajar para siswa. Sementara untuk dana non fisik senilai Rp 2,96 triliun. “Selalu perhatikan kesiapan untuk ikuti even-even nasional. Mohon kerjasama SMP dengan Bupati, SMA/SMK dengan pak Gubernur untuk percepat pembangunan pendidikan di wilayah NTT,” pinta Menteri Effendy.

Kesempatan itu diserahkan secara simbolis bantuan berupa 1 paket peratan laboratorium tik dan buku untuk koleksi perpustakaan kepada SMPN 1 Atambua, SMPN 2 Atambua serta SMP Bhina Karya Atambua yang diterima masing-masing Kepala Sekolah.

Selesai dari SMA Negeri Atambua, Mendikbud didampingi Wagub NTT, Bupati Belu serta rombongan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah SMP, Direktur Pembina SMP, Direktur Kesenian dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada KBRI di Timor Leste memantau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Atambua dan SMA Bhina Karya Atambua.