Situasi di Kabupaten Belu-Malaka Pasca Pemilu dan Paskah Kondusif

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Situasi di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu kondusif. Pelaksanaan kegiatan Pemilu berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu juga situasi aktivitas masyarakat sehari-hari normal.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing kepada media, Senin (22/4/2019).

Menurut dia, walapun ada rencana untuk pemungutan suara ulang (PSU) di 1 TPS Desa Raifatus, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu dan 2 TPS di Kateri dan Kletek Kecamatan Malaka Tengah pihaknya siap untuk pengamanan demi kelancaran kegiatan.

“Untuk pelaksanaan PSU tiga TPS di Belu dan Malaka, kami telah menyiapkan personel keamanan demi kelancaran pelaksanaan PSU,” ujar Tobing.

Nantinya, jelas Tobing akan ada penebalan di masing-masing TPS di Belu dan Malaka. Sebab kita menjaga tidak agar terjadi konflik diantara masyarakat yang mungkin dari para pendukung salah satu pendukung Caleg maupun pendukung dari Presiden.

Tapi secara umum bahwa selain dalam rangka operasi mantap brata turangga 2019, kami juga lakukan operasi samana santa dalam rangka merayakan hari raya Paskah. “Semua kegiatan itu dapat berjalan dengan baik aman dengan tenteram, masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan damai dan sejuk,” sebut dia.

Lanjut Kapolres Belu, tentunya kesuksesan kegiatan Pemilu dan Paskah itu kontribusi dari berbagai pihak intansi terkait, sinergitas TNI-Polri, kemudian dengan Pemda setempat serta stakeholder terkait di garis perbatasan dua negara. “Kami sama-sama saling membantu, berkoordinasi untuk menciptakan situasi yang aman dan damai di Belu dan Malaka,” akui Tobing.

Lanjut dia, sebagai Kapolres disampaikan bahwa kita sudah melaksanakan pesta demokrasi ini dengan tingkat partisipasi pemilih khususnya di Belu dan Malaka sangat baik dan sangat tinggi masyarakat juga dapat berpartisipasi secara aktif untuk menentukan pilihannya.

Dikatakan bahwa, saat sekarang masih tahap pleno di tingkat PPK selanjutnya ke tingkat Kabupaten, Propinsi dan KPU Pusat. Saya imbau kepada warga dua Kabupaten untuk tetap jaga situasi kamtibmas yang kondusif tetap menunggu keputusan dari KPU Pusat.

“Siapapun yang nanti akan terpilih sebagai Presiden dan pilihan rakyat duduk di Legislarif itu pilihan rakyat yang dilegitimasi rakyat dan itulah pilihan masyarakat. Karena itu jaga situasi agar kondusif, jangan mudah terpancing dengan pemberitaan hoak, isu-isu sara, isu yang terkait dengan perpecahan tapi tetap tetap agar hubungan antar masyarakat di dua wilayah tetap solid dan kondusif,” pinta Tobing.