BI NTT Bekali UMKM di Bajawa Berupa Pelatihan Pencatatan Keuangan Berbasis SIAPIK

Spread the love

Kupang, NTTOnlinenow.com – Sesuai tujuan Pengembangan UMKM yang menjadi salah satu fungsi Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyelenggarakan Pelatihan Pencatatan Keuangan Berbasis Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) Kepada UMKM di Bajawa pada tanggal 15 April 2019 yang lalu.

Permasalahan yang banyak dialami oleh UMKM adalah akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Hal ini disebabkan karena UMKM belum memiliki tata usaha pencatatan keuangan yang baik. Padahal hal tersebut merupakan salah satu landasan utama yang digunakan oleh perbankan untuk pertimbangan penyaluran pembiayaan.

Keterangan tertulis BI Perwakilan Provinsi NTT menerangkan, guna membantu para pelaku UMKM ini, Bank Indonesia telah menyediakan aplikasi khusus yang dapat memudahkan para pelaku dalam melakukan pencatatan keuangan yang disebut SIAPIK. Aplikasi ini tersedia berupa di google playstore (untuk ponsel Android) dan applestore (ponsel berbasis IOS) serta web based melalui https://www.bi.go.id/siapik

Manfaat dan fitur dari aplikasi ini antara lain:
1.Pencatatan transaksi keuangan untuk berbagai sektor dan dapat digunakan oleh lebih dari 1 (satu) orang
2.Menginput tanpa perlu memiliki pengetahuan dasar akuntansi (Debit/Kredit)
3.Mengacu kepada standar khusus Usaha Mikro dan Kecil yang disusun oleh Bank Indonesia bersama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
4.Menghasilkan Laporan Keuangan yang lengkap dan akurat (Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, Laporan Rincian, Laporan Kinerja Keuangan, Laporan Tren)
5.Menghasilkan laporan dalam beragam format (grafik, PDF, dan excel) sehingga mudah untuk dicetak dan dishare
6.Memiliki fitur Backup dan Restore untuk melindungi agar data tersimpan dengan aman

Kegiatan ini bersifat Pilot Project dan diikuti oleh Koperasi Pelaku UMKM Kopi (Binaan KPw BI Provinsi NTT) serta UMKM Hortikultura di Bajawa.

Kegiatan ini mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ngada ditunjukkan dengan Bupati Ngada, Paulus Soliwoa turut hadir untuk membuka dan memberikan arahan. Dalam sambutannya, Paulus Soliwoa memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai akan membantu meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM.

Bupati berharap agar kegiatan pelatihan atau capacity building terus dilakukan agar dapat mendorong para pelaku UMKM lebih produktif dan memiliki daya saing, khususnya dalam memasuki pasar ekspor.

Perwakilan KPW Bank Indonesia Provinsi NTT, Handrianus P Asa, Manajer Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Indonesia terhadap pengembangan UMKM, khususnya di Kabupaten Ngada yang telah dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama Sama dengan Pemkab Ngada dan Bank NTT. Oleh sebab itu, BI berkomitmen akan menyelenggarakan kegiatan pengembangan / pelatihan secara kontinyu.

Tindak lanjut dari Pelatihan ini, BI dibantu Bank NTT Bajawa akan melakukan pemantauan penggunaan aplikasi dimaksud untuk memastikan penggunaan oleh para pelaku UMKM berjalan dengan baik dan dapat membantu mereka dalam proses pengajuan akses keuangan.