Gubernur Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Lahairoi Tubu

Spread the love

Tesbatan, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Minggu (21/4/2019), melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Lahairoi Tubu, di Desa Tesbatan, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.

Acara yang juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang, Rektor Undana juga Kepala Biro Humas dan Protokol NTT.

Diawali dengan kebaktian bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur, Pdt.Yakob E. Niap,S.Th. Ada yang menarik saat kebaktian berlangsung, selain lantunan lagu-lagu merdu dari Paduan Suara Alleluya Choir dan Solo dari PAR Gereja Lahairoi, pengisi liturginya juga berasal dari Remaja Masjid Nuruljihad Tesbatan. Mereka menampilkan permainan alat musik rebana.

Gubernur VBL pada awal sambutannya setelah kebaktian, kembali memperkenalkan salam-salam kebangsaan, kepada semua jemaat yang hadir.

“Saya selalu mendengungkan Salam Nasional dimana saja saya berada. Baik di gereja, di masjid, di tempat pesta, di setiap kali pertemuan, tetap akan saya lakukan agar nilai-nilai kebangsaan kita tetap terjaga. Apalagi untuk kita yang berada di NTT, kita dikenal karena butir-butir kebangsaan itu lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur,” begitu kata Laiskodat.

Putra NTT asal Pulau Semau ini juga meminta kepada seluruh jemaat yang hadir agar mampu mengembalikan nama besar Amarasi sebagai lumbung pangan di Kabupaten Kupang.

“Dulu, sebelum pemekaran, Amarasi memiliki seorang camat yang sangat luar biasa, namanya Feky Koroh. Dia mampu membuat Amarasi sangat diperhitungkan di NTT, mulai dari pertanian, perkebunan bahkan peternakannya. Sebagai Gubernur saya akan mengembalikan kejayaan Amarasi. Saya tidak mau, kerja saya kalah dari seorang camat. Oleh karena itu, saya minta agar pola pikir dan pola kerja kita tidak boleh biasa-biasa saja. Kebiasaan lama harus segera ditinggalkan. Berpikir out off the box bekerja, bekerja dan bekerja luar biasa,” sambung Gubernur.

Beliau juga kembali mengingatkan agar masyarakat tidak lupa menanam marungga. “Tanaman ini sudah dikenal sejak dulu kala, karena khasiatnya yang luar biasa. Saya minta untuk kita terus menanam marungga, apalagi Amarasi adalah daerah tropis dan itu akan sangat cocok. Selain untuk dikonsumsi dan dipasarkan, tanaman marungga dapat kita olah menjadi bahan dasar untuk membuat sabun dan shampo,” kata Viktor.

“Saat ini menurut penelitian yang saya buat, rata-rata dalam satu tahun orang NTT menghabiskan kurang lebih tiga triliun rupiah, hanya untuk pemakaian sabun dan shampo. Saya akan terus berupaya agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, Nusa Tenggara Timur mampu memproduksi sabun dan shamponya sendiri dengan bahan dasarnya dari marungga. Selain membanggakan, juga mampu meningkatkan PAD kita” sambung mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini.

Selain marungga, beliau juga menaruh harapan besar agar masyarakat juga menanam pinang. “Orang NTT adalah pemakan pinang nomor satu di Indonesia. Tapi, herannya, pinang yang dikonsumsi itu kurang lebih 60 persennya datang dari Sumatra Barat. Saya sangat menyayangkan karena provinsi kita yang sudah miskin ini, menyumbang ke daerah lain hanya untuk mengonsumsi barang yang sebenarnya mampu kita adakan. Tidak tanggung-tanggung, nominalnya mencapai satu milyar rupiah per hari. Sekali lagi, saya ingatkan kepada masyarakat yang sering mengonsumsi pinang, minimal agar di halaman rumahnya ditanami pohon pinang,” sambung Viktor.

Pada akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan kepada semua pihak, baik itu pemerintah, gereja maupun pengusaha agar peduli terhadap hasil bumi dari para petani.

“Kecerdasan dan hati harus menjadi satu kesatuan. Jangan kita melihat hasil pertanian dari masyarakat sekitar, tapi hati kita sama sekali tidak tergerak untuk membelinya. Kedepannya, saya tidak mau petani kita memasarkan hasil pertaniannya sampai ke tempat yang jauh. Ketika ada hasil, pihak gereja, pemerintah maupun pengusaha yang ada di lokasi itu harus cepat tanggap untuk membeli hasil yang ada. Dari hal kecil itu akan membuat petani kita semakin percaya diri untuk bekerja,” pungkas gubernur bersemangat.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kupang dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima-kasihnya kepada Gubernur NTT karena mau menghadiri undangan dari pihak gereja Lahairoi Tubu. “Saya sangat senang karena bapak gubernur mau hadir di tempat ini. Kiranya kehadiran gubernur di tempat ini mampu meningkatkan motivasi kerja masyarakat untuk terus berupaya menuju sejahtera,” begitu kata Bupati Kupang. Biro Humas dan Protokol NTT