Puluhan Tim Ikut Lomba Tari Tradisional Meriahkan Hut Kota Kupang

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kupang, ke-23, pemerintah Kota Kupang menggelar lomba tarian daerah NTT di balai Kota Kupang, Senin (15/4/2019). Lomba tarian daerah NTT ini mengusung tema, Mari satukan tekada wujudkan Kota Kupang sebagai Kota layak huni dan pusat perekonomian yang berdaya saing. Sub Tema, Dengan semangat Hut ke-23, kita tingkatkan kualitas infrastruktur dan penguatan ekonomi perkotaan dalam rangka pencapaian standar pelayanan perkotaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man didampingi Penjabat Sekda, Yos Rera Beka, pimpinan OPD dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang. Lomba tarian daerah diikuti oleh 60 tim yang terdiri dari Organisasi Pimpinan Daerah (OPD), instansi vertikal, kecamatan, kelurahan. dan Puskemas.

Hadiah yang disiapkan yaitu juara I mendapatkan Rp 3 juta, juara II Rp 2,5 juta, juara III Rp 1.5 juta, juara IV, V dan VI mendapatkan hadiah Rp 1 juta.

Pantauan media ini, Suasana di balai Kota kupang tampak ramai, semua pendukung dari masing-masing dinas dan badan, ramai-ramai datang untuk memberikan dukungan kepada tim mereka. Semua peserta yang hadir mengenakan pakaian adat daerah dari seluruh NTT. Jenis-jenis tarian yang dibawakan, diantaranya, tari woleka, okamusa, ledogawu, elang, tenun, gawi, lego-lego, tebe, munijo dan lainnya.

Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man mengatakan, lomba tarian daerah ini merupakan bagian dari rangkaian acara hut kota Kupang, jadi dalam lomba ini semuanya harus bergembira, tentunya semua berlomba agar menjadi juara, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kebersamaan di Kota Kupang ini.

“Menang kalah tentunya hal biasa, yang paling penting adalah ketika semua berkumpul disini, menggunakan pakaian adat daerah, ada kebanggaan disitu, kita sebagai bagian dari daerah ini, ikut mempromosikan kekayaan budaya NTT,” kata Herman Man.

Dia mengatakan, sebagai bagain dari Kota Kupang, tentunya harus ikut bangga dan mempromosikan budaya NTT. Kota Kupang sebagai rumah bersama, rumah semua budaya NTT bertemu di Kota Kupang.

“Semua yang hadir disini tampil berbeda, dengan balutan busana daerah, tentunya tidak setiap hari kita mengenakannya, karena itu momen ini sangat penting, kita semua bisa mengenal budaya lain yang beragam dengan keunikannya masing-masing,” katanya.

Dia berharap, dengan semangat budaya ini akan terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus, agar jangan hanya berhenti disini saja, tetapi generasi seterusnya akan terus memelihara budaya daerah sebagai kekayaan.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana, Rita Lay, mengatakan, tujuan lomba tarian daerah adalah sebagai bagian mengisi momentum peringatan hut Kota Kupang untuk meningkatkan semangat partisipasi dan menjalin hubungan kerjasama masyarakat dengan pemerintah Kota Kupang dalam rangka pelayanan publik dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai aparatur.

“Selain itu juga membina dan mempererat serta memperkokoh hubungan antara pegawai dan instansi vertikal lainnya yang ada pada lingkup pemerintah Kota Kupang, juga sebagai wukud kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kesenian dan budaya daerah NTT,” katanya.