Jubir KPU Belu Sebutkan Alasan Pemilih Pindah Memilih

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Juru Bicara KPU Belu, drh. Herlince Emiliana Asa menuturkan ada empat kategori pemilih mengajukan pindah memilih yakni, pemilih sakit, tertimpah bencana alam status sebagai tahanan dan alasan tugas.

“Pemilih yang mengajukan pindah memilih harus sudah terdaftar dalam DPT. Kemudian KPU asal berikan formulir pindah memilih atau formulir A5 pada pemilih yang bersangkutan,” urai Herlince saat dihubungi media, Rabu (10/4/1019).

Menurut Herlince, berdasarkan data KPU Belu, jumlah pemilih pindah masuk sebanyak 342 orang yang terdiri dari laki-laki 235 orang dan perempun 107 orang. Semua mereka tersebar di 97 TPS, 54 Desa dan 12 Kecamatan.

Sementara itu untuk jumlah pemilih pindah keluar sebanyak 1.252 orang. Adapun rincian laki-laki 780 pemilih dan perempuan 472 pemilih. Untuk batas akhir pengajuan pindah memilih tanggal 10 April hari ini.

Dijelakan bahwa, pemilih yang pindah memilih bukan masuk dalam kategori pemilih khusus tetapi masuk dalam daftar pemilih tetap tambahan (DPTB) yang namanya akan dicantumkan di TPS.

“Pemilih khusus adalah pemilih yang menggunakan E-KTP dan atau surat keterangan. Jumlah pemilih khusus ini akan diketahui saat proses pencoblosan. Saat itu KPPS akan mengisi formulir khusus bagi pemilih yang menggunakan KTP dan atau suket,” ujar dia.

Dikatakan, pemilih yang pindah memilih memiliki ketentuan yakni, pindah memilih antar Kecamatan maka pemilih yang bersangkutan tidak mendapat surat suara DPRD Kabupaten/Kota. Pemilih pindah memilih antar Kabupaten yang beda daerah pemilihan (Dapil) untuk DPRD Provinsi maka pemilih yang bersangkutan tidak mendapatkan surat suara anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

Demikian juga dengan pemilih pindah memilih antar Kabupaten yang beda Dapil DPR RI, maka pemilih yang bersangkutan tidak mendapatkan surat suara pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.