Dewan Sesalkan Sosialisasi Jalan Kasimo Dilakukan Setelah Penetapan APBD

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Ketua Ketua Komisi III DPRD Belu, Theo Manek sesalkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas PUPR Belu yang melakukan sosialisasi setelah ditetapkan APBD terkait rencana pelebaran ruas jalan I. J Kasimo.

“Kita dibenturkan dengan berbagai persoalan yang dihadapi. Setelah penetapan APBD baru kita mulai dengan melakukan sosialisasi, ini kacau,” beber Manek dalam klarifikasi bersama Dinas PUPR dan warga yang menolak pelebaran ruas jalan I.J Kasimo pada Rabu lalu.

Menurut Manek, harusnya kita lakukan, datang sosialiasi dan tanggapan dari masyarakat harus ditampung. Sehingga buat di susun dalam satu rencana kerja Pemerintah. “Bukan setelah penetapan APBD baru kita lakukan sosialisasi, itu terbalik,” tegas dia.

Dikatakan, terjadi perbedaan pendapat antara masyarakat dengan Pemerintah didalam pembangunan ini, tentunya sangat dibutuhkan sosialisasi. Karena sosialisasi itu ada dampak ikutannya yang berujung klarifikasi.

“Ini soal. Kenapa buat juga sosialisasi, ini mekanisme karena ada dampak-dampak ikutan yang dirasakan oleh masyarakat. Nah, kalau sosialisasi bagus, rencana kerja Pemerintah bagus semua proses akan berjalan aman tanpa melibatkan kita yang lain. Karena kuta tidak akan terima, tampung persoalan masyarakat,” ujar Manek.

Masih menurut Manek, ada terjadi kontra pendapat soal sosialisasi. Dimana didalam pelaksanaan pembangunan sesuai dengan rencana kerja Pemerintah sedikit terjadi salah pendapat antara masyarakat dengan Pemerintah.

Sehingga jelas dia, kita lakukan klarifikasi dan dari hasil pertemuan dapat kita simpulkan bahwa, kita dari DPRD memberikan apresiasi kepada Pemerintah yang mengadopsi program pembangunan yang dilakukan di daerah lain, untuk dilakukan di wilayah kita. Terkait adopsi dari program pembangunan yang ada di daerah lain itu tujuan untuk menata wilayah Kota Atambua.

“Dari kesimpulan pertemuan bersama, kita memberikan ruang dan waktu untuk Pemerintah dan masyarakat melakukan sosialisasi tambahan untuk menyatukan pendapat dengan tidak mengurangi hak-hak masyarakat yang ada. Pemerintah dan masyarakat akan mendesain ulang rencana kerja sehingga tidak mengganggu hak-hak masyarakat,” ucap dia.

Mudah-mudahan harapan kami dari DPR, tidak terjadi lagi pengaduan-pengaduan baru sehingga didalam sosialisasi itu menghimpun seluruh masyarakat terkena dampak sehingga tidak ada muncul lagi pengaduan-pengaduan baru terkait dengan persoalan jalur I. J Kasimo.

Bersamaan, Plt Kadis PUPR Belu Vincent Laka saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai dengan pembicaraan dengan masyarakat I.J Kasimo dalam klarifikasi kita berharap masyarakat mendukung kita untuk menata kawasan I. J Kasimo yang terkenal macet, terkenal kumuh dan terkenal tidak sehat bisa kita tata lebih baik.

“Kita berharap masyarakat jangan mendengar informasi-informasi atau isu-isu miring, isu-isu yang tidak bisa dipercaya kebenarannya bahwa Pemerintah akan membongkar tanpa persetujuan, yang jelas kita akan sesuai mekanisne,” sebut dia.

Jelas Laka, kita baru pertama kali pertemuan dengan masyarakat I.J Kasimo dan kita akan jadwalkan lagi minggu depan, sesuai dengan hasil yang bahas, kita akan desain ulang. “Semoga masyarakat setuju dan kita segera eksen dilapangan sehingga anggarannya bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Laka.

Jelas dia, sesuai rencana yang kita butuh bukan jalannya yang kita lebarkan. Tapi yang kita butuh adalah drainase dan trotoar, jalan yang ramah bagi pejalan kaki. Karena kita ketahui bersama bahwa, jalan di ruas I. J Kasimo itu tidak ada tempat untuk pejalan kaki.

“Jadi drainase juga disitu sembrawut. Setelah kita melakukan survey lapangan bahwa kita butuh saluran drainase yang lebar dengan kondisi pada saat hujan itu sangat deras airnya. Sehingga kita butuh saluran yang lebar dengan estimasi untuk 5 sampai 10 tahun kedepan. Sehingga jalan itu bisa umur panjang dan ramah bagi masyarakat Belu umumnya,” ucap dia.

Kita berharap dapat dukungan dari masyarakat sehingga program kerja ini bisa terlaksana paling lama akhir tahun atau bulan Desember ini. “Total anggaran sekitar Rp 13 miliar, tapi untuk tiga ruas kalau tidak salah, jalur I. J Kasimo, Y. A Beremau, Apodeti dan Proklamasi. Tapi beberapa tempat itu kita cuma perbaikan setempat terhadap jalan-jalan yang sudah amblas atau rusak,” urai Laka.