Terima SK dari Pemprov NTT, 556 CPNS Diminta Bekerja Profesional

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menyerahkan surat keputusan (SK) gubernur kepada 556 calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ke-556 CPNS tersebut telah lolos dalam seleksi CPNS 2019.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan SK CPNS tersebut, Selasa (9/4/2019). Penyerahan SK 556 CPNS berlangsung di halaman gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Dengan penyerahan SK CPNS ini, Polo Maing memastikan para CPNS baru sudah bisa bekerja sesuai formasi pilihan. Dia pun mengingatkan para CPNS baru agar bekerja profesional sesuai aturan serta menjaga sikap dan perilaku yang baik dalam bekerja.

“Hari ini kalian sudah masuk dalam kelompok ASN, bukan keberuntungan tapi ini panggilan hidup. Jaga sikap dan perilaku yang baik,” kata Polo Maing.

Dalam arahannya, mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTT itu mengatakan, para CPNS merupakan orang-orang terbaik yang lulus dengan obyektif.

“Kalian orang-orang terpilih di antara ribuan orang yang mengikuti seleksi. Seleksinya cukup ketat dan sangat obyektif. Kalian lulus bukan karena dekat dengan siapa atau dari mana kalian berasal. Yang menentukan kelulusan adalah dirimu sendiri,” ucap Polo Maing.

Polo Maing juga meminta para CPNS agar menunjukkan kualitas kerja dengan disiplin dan sikap yang profesional serta bertanggung jawab.

“Jangan sombong tapi tunjukan sikap disiplin dan profesional. Jangan jadi ASN yang tunggu diperintah. Sudah tidak jamannya lagi. ASN harus selalu berinovasi dan membuat perubahan-perubahan untuk kemajuan NTT,” tandasnya.

Plt. Kepala Badan Kepagawaian (BKD) Provinsi NTT, Ina Laiskodat mengatakan, jumlah pelamar CPNSD sebanyak 7934 orang. Setelah melalui berbagai tahapan tes, hanya sebanyak 556 orang yang dinyatakan lulus.

Ina Laiskodat yang juga menjabat Sekretaris BKD Provinsi NTT ini merincikan, dari 556 CPNSD tersebut, formasi guru sebanyak 473, tenaga kesehatan 53 orang, tenaga teknis sebanyak 30 orang.

“Kalau rincian berdasarkan golongan maka golongan 2 sebanyak 8 orang dan golongan 3 sebanyak 548 orang,” sebut Ina Laiskodat.