Masyarakat Diajak Berpartisipasi Bangun Negeri Melalui Investasi

Spread the love

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah mengajak semua komponen masyarakat baik secara institusi maupun individual untuk berpartisipasi membangun negeri, salah satunya melalui instrumen pembiayaan investasi.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Lidya Kurniawati Christyana sampaikan ini kepada wartawan di sela-sela kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi & Keuangan Regional (KEKR) Provinsi NTT dan Sosialisasi Surat Utang Negara (SUN Ritel seri SBR006) di Kupang, Selasa (9/4/2019).

Menurut Lidya yang juga menjabat Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan NTT ini, sebelumnya pemerintah menerbitkan surat utang negara yang perlukan untuk pembiayaan program- program pemerintah, salah satunya mendukung belanja pemerintah.

“Karena tidak semua belanja pemerintah dapat tercover dari pendapatan yang ada yaitu pendapatan pajak maupun bukan pajak. Oleh karena itu diperlukan pinjaman pemerintah. Untuk pinjaman ini bisa dilakukan di luar negeri maupun di dalam negeri” ungkapnya.

Lidya menjelaskan, surat utang negara (SUN Ritel seri SBR006) yang diterbitkan ini diberlakukan di dalam negeri, dan yang diajak berpartisipasi adalah institusi seperti dunia usaha dan perbankan maupun perseorangan atau individual.

“Dari sisi risiko sangat kecil, termasuk fluktuasinya juga kecil, dan bunganya hanya 7,95 persen itu juga di atas bunga deposito, dengan tenor hanya dua tahun, jadi setelah dua tahun uang bisa diambil kembali. Untuk volume angka terendahnya sebesar Rp. 1 juta dan tertinggi Rp. 3 miliar,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk penjualan atau pembelian SUN Ritel seri SBR006 ini sudah mulai dibuka sejak tanggal 1 April sampai 16 April 2019. Untuk sosialisasi sudah dilakukan di sejumlah universitas di Kota Kupang.

“Untuk pembeliannya bisa melalui mitra distribusi atau bank-bank yang ada, maupun secara online. Karena pemerintah telah melakukan terobosan dengan penerbitan surat utang negara secara online. Tentu ini dilakukan dengan harapan dapat memperluas basis investor dari dalam negeri,” tandasnya.