Wakil Ketua DPRD Berharap Pekerjaan Koridor V Sesuai Anggaran

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Wakil ketua DPRD Kota Kupang, Telendmark Daud mempertanyakan hasil pekerjaan Taman Koridor V di Perempatan Jalan Frans Seda, dan Jalan Piet A. Tallo. Pasalnya pekerjaan ini sudah di PHO beberapa waktu lalu, namun hasil pekerjaan yang ditunjukan masih menimbulkan pertanyaan, apakah pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan jumlah anggaran yang diberikan.

“Jika pekerjaan koridor V sudah di PHO dan semua sesuai dengan kontrak kerja maka tentu hal yang baik. Yang dikhawatirkan adalah jangan sampai PHO sudah silakukan namun masih ada lanjutan-lanjutan pekerjaan, hanya karena perpanjangan waktu sudah selesai dan harus di PHO maka dilakukan PHO, dan masih ada volume-volume kerja yang masih tersisa lalu memanfaatkan waktu FHO untuk penyelesaian pekerjaan,” kata Tellendmark.

Tellend berharap progres pekerjaan semua berjalan sesuai dengan kontrak dan tidak ada yang dikerjakan lagi dan hanya masa pemeliharaan tanaman saja.

“Jika memang sudah PHO, maka DPRD tentunya berharap agar hasilnya juga sesuai, dan tidak ada upaya untuk melindungi. Maksudnya, tanaman-tanaman yang ada juga perlu dilihat, apakah harganya sesuai atau tidak. Selain itu, anggaran yang diberikan berbanding lurus dengan hasil yang ada, jangan sampai berbeda jauh, jadi sangat diharapkan dengan PHO, maka hasilnya sesuai dengan harapan bersama dan sesuai dengan perencanaan,” katanya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Sekretaris Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang, Herod Devi Loak, mengatakan, Proyek Taman Tirosa atau koridor V di jalan Piet A Tallo telah selesai dikerjakan. Banyak masyarakat sudah mulai memanfaatkannya sebagai tempat baru untuk refresing. Proyek senilai Rp 7,9 miliar ini sudah di PHO pada 24 Maret kemarin.

Ia mengaku, rekanan sudah memasukan surat untuk PHO pada 11 Maret lalu dan sudah dilaksanakan PHO pada 24 Maret kemarin, karena rekanan juga sudah melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan.

Devi menjelaskan, dalam kesepakatan kontrak kerja juga tertuang bahwa masa pemeliharaan tanaman akan berlangsung selama satu tahun, sehingga selama satu tahun kedepan ini, akan terus dilakukan pemeliharaan sampai tanaman yang ada benar-benar hidup di taman Tirosa.