Indonesia Tingkatkan Kerjasama Bidang Hidrografi di Kawasan Samudera Hindia

Bagikan Artikel ini

Muscat, Oman, NTTOnlinenow.com – 27 Maret 2019, Indonesia memperkuat kerjasama bidang hidrografi di kawasan Samudera Hindia dengan mengirimkan delegasinya menghadiri konferensi regional Samudera Hindia bagian Utara, 19th North Indian Ocean Hydrographic Commission Conference (NIOHC) di Muscat Oman.

Keterangan tertulis dari Kadisinfolahta menerangkan, Konferensi NIOHC yang ke-19 ini dibuka oleh Sekjen Kemhan Oman Mohamed Bin Nasser Al-Rasby, Commander of Royal Navy of Oman Rear Admiral Abdullah Bin Khamis Al-Raisi, Direktur IHO Rear Admiral (Ret) Mustafa Iptes, dan Chairman NIOHC UK National Hydrographer Rear Admiral Tim Lowe, Selasa (26/3/2019).

Hadir dalam konferensi tersebut 19 negara yaitu Bangladesh, Mesir, India, Indonesia, Myanmar, Pakistan, Saudi Arabia, Srilanka, Thailand, Inggris sebagai Full member, Australia, Prancis, Oman, Mauritius, Seychelles, Amerika Serikat sebagai Associate Members: Dan Russia, Somalia dan Yaman sebagai negara observer. Selain itu, pada pertemuan kali ini organisasi internasional IMO, IHO, IALA, IC-ENC dan beberapa industri pemetaan laut juga ikut berpartisipasi.

Konferensi yang berlangsung sampai 29 Maret 2019 ini, Delegasi Indonesia dipimpin Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H selaku Chief Hydrographer Indonesia, yang didampingi oleh Kadishidro Pushidrosal, Letkol Laut (P) Oke Dwiyana dan Kasubdis Peta Khusus Letkol Laut (KH) Moh. Qisthi Amarona.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. menyampaikan bahwa Konferensi ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas data sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan pelayaran di wilayah regional serta tercapainya global nautical charting yang merupakan mandate dari International Hydrographic Organization (IHO) selain juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan tidak hanya kemampuan teknis hidrografi dan kartografi namun juga sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan evaluasi kegiatan kantor hidrografi di wilayah regional.

Dalam rangkaian kegiatan konferensi tersebut juga dilaksanakan Seminar on Raising Awareness Of Hydrography. Menurut Kapushidrosal, Seminar ini merupakan bagian dari rekomendasi IHO untuk meningkatkan awareness hidrografi di level regional dengan tujuannya adalah memberikan pemahaman kepada peserta tentang kewajiban dan persyaratan tata kelola untuk menyediakan layanan (services) hidrografi serta bagaimana sebuah negara memberikan layanan yang optimal (terbaik) yang sesuai dengan kewajiban internasional (international obligations). Dalam seminar ini, International Maritime Organization (IMO) dan the International Association of Marine Aids to Navigation and Lighthouse Authorities (IALA) diundang untuk ikut berpartisipasi bersama-sama dengan IHO untuk memberikan makalahnya sebagai bagian dari UN ‘delivering as one” initiative dalam rangka membahas Economic Impact and benefits of hydrography to the Blue Economy.

Kapushidrosal menambahkan bahwa pertemuan ini juga mendiskusikan tentang IMSAS (IMO Member States Audit Scheme) terkait dengan layanan kantor hidrografi dalam bentuk penyediaan peta laut dan publikasi nautika yang andal untuk mendukung keselamatan pelayaran di setiap negara yang akan dilaksanakan dalam beberapa Tahun mendatang. Salah satu isu terkini adalah pembangunan infrastruktur data spasial kelautan (Marine Spatial Data Infrastructure) untuk mendukung berbagai kepentingan dan kebijakan maritim, seperti penyediaan layanan informasi keselamatan maritim.

Negara-negara peserta mengapresiasi keberhasilan dan kemajuan Indonesia dalam mengembangkan kapasitas kantor hidrografi seperti yang disampaikan dalam country report Indonesa, juga disampaikan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan yang terbesar, memiliki banyak pengalaman serta kemampuan yang dapat bermanfaat bagi negara kawasan pasifik selatan yang sebagian besar merupakan negara kepulauan.

Apresiasi itu diberikan kepada Indonesia dalam hal ini Pushidrosal terkait survei di Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur terpadat di dunia, Danau Toba (inland waterways), dan pembuatan peta navigasi perairan pedalaman (inland waterway charts) di Sungai Musi dan Sungai Kapuas serta di setujuinya proposal TSS Selat sunda dan Selat Lombok oleh IMO pada siding NCSR Sub Commiittee bulan Januari lalu.

Selain itu, dukungan hidrografi dalam kegiatan kemanusian dan penelitian geology pasca bencana tsunami di Palu-Donggala dan Selat Sunda, dan utamanya keberhasilan dalam menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang.

Pushidrosal juga menawarkan kepada negara anggota NIOHC untuk dapat mengirimkan personelnya sebagai siswa pada pendidikan kursus hidrografi Cat B dengan sertifikasi IHO yang secara rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada kesempatan itu juga, Indonesia mengharapkan kehadiran negara sahabat di NIOHC region untuk dapat partisipasi pada kegiatan International Hydrographic Seminar 2020 yang merupakan perayaan Indonesia Golden Jubilee 75 tahun.