PLN UIW NTT Gelar Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1941

Spread the love

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegaiatan Dharma Santi dalam rangkaian hari besar keagamaan umat Hindu yakni Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1941, Jumat (22/3/2019).

Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Catur Brata Penyepian Tahun Baru Caka1941, Kita Wujudkan PT PLN (Persero) UIW NTT Menuju Nusa Terang dan Tumbuh Serta Tercapainya Rasio Elektrifikasi 100 Persen”, yang dihadiri oleh seluruh pegawai PLN UIW NTT, mitra kerja PLN, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi NTT.

General Manager (GM) PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Dharma Santi sebagai wadah silaturahmi antar pemeluk agama yang ada di lingkungan pegawai PLN, stakeholder, dan mitra kerja sehingga menimbulkan rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Tema ini mengingatkan kita akan rasa korsa untuk saling bahu membahu membangun kelistrikan di NTT dan pentingnya soliditas ini menjawab tantangan PLN ke depan, setiap insan PLN memiliki tanggung jawab dan acara keagamaan seperti ini saya harap terus dilaksanakan untuk memupuk rasa persaudaraan. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan kedamaian dan kesejahteraan kepada kita semua,” kata Ignatius Rendroyoko.

Ketua Parishada Hindu Dharma Indonesi (PHDI) Provinsi NTT yang diwakili Dr. IGB Adwitsa Arsa menyampaikan, Dharma Santi kali ini menekankan pentingnya hidup rukun antar umat beragama terutama di lingkungan kantor PLN NTT.

“Dengan momentum ini, toleransi sikap hidup, dapat memberikan rasa nyaman dalam menjalankan pekerjaan, sehingga tujuan-tujuan PLN seperti menuju elektrifikasi sudah semakin baik. Terima kasih PLN saya mewakili masyarakat mendukung RE PLN 100 persen dapat tercapai dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga diisi dengan penyerahaan bantuan secara simbolis, bantuan dana dan sembako kepada 3 panti asuhan, masing-masing Panti Asuhan Aisyiyah, Panti Asuhan GMIT 221 Kupang, dan Panti Asuhan Katolik Yayasan Sonaf Maneka.

Ketua Panitia, I Putu Sudarsa dalam laporannya menyampaikan, masing- masing panti asuhan diberikan beras 40 kilogram (kg), telur ayam 6 papan, minyak bimoli kemasan besar, dan juga uang tunai untuk membantu keperluan sehari-hari.