Ini Langkah GMNI Nagekeo Soal Tutup Air Irigrasi Mbay

Bagikan Artikel ini

Laporan Petrus Fua Betu
Nagekeo, NTTOnlinenow.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nagekeo Mendatangi Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo beberapa waktu lalu untuk menanyakan soal kebenaran informasi Penutupan air di Irigasi Mbay yang masih menjadi polemik ditengah para petani sawah.

Sekretaris Cabang GMNI Nagekeo, Adolfus Ame kepada media ini, Kamis (21/3/2019) di skretariat GMNI Nagekeo di Desa Aeramo, lorong Mauponggo 2 Menjelaskan Bahwa DPC GMNI Nagekeo telah melakukan hearing dengan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Nagekeo Wolfgang Lena Membahas soal program Tutup Air pada Irigasi Mbay yang masih simpang siur dan belum ada kejelasan.

Dalam pertemuan itu wolfgang Lena menjelaskan bahwa tidak ada tutup air pada Irigasi Mbay, yang terjadi adalah Tutup tanam dengan tujuan untuk merubah pola tanam (potam) dan kalender tanam (katam).

“DPC GMNI Nagekeo telah mendatangi kantor Dinas Pertanian dan bertemu dengan kadis Pertanian Nagekeo Pak Wolfgang Lena untuk menanyakan kebenaran informasi penutupan air di irigasi Mbay, dalam petemuan itu, pak kadis bilang tidak ada tutup air, yang terjadi adalah tutup tanam dengan tujuan perubahan pola tanam dan kalender tanam,” jelas Adolfus Ame .

Lebih lanjut Adolfus menjelaskan Menurut Kadis Pertanaian, perubahan pola tanam (Potam) dan kalender tanam (Katam) tersebut untuk merevitalisasi unsur hara tanah dan memotong mata rantai pertumbuhan hama yang diharapkan bisa merubah dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian Masyrakat.

Perubahan Pola tanam yang dimaksud adalah memperbaharui pola lama dari Padi, menuju pola baru yakni Padi, Jagung, Padi dengan kalender tanamnya Februari, Juni dan Oktober menanam maka program tutup tanam pada irigasi Mbay berlaku hingga akhir Maret dan dibulan Juni nanti akan diberlakukan perubahan pola tanam dengan menanam Palawija.

Program palawija ini dibantu oleh pemerintah Pusat melalui Dinas Pertanian Nagekeo akan didistribusikan bantuan benih kepada Masyrakat. Benih yang disediakan pemerintah adalah benih jagung dan kedelai.

“Perubahan potam dan katam untuk merevitalisasi unsur hara tanah dan memotong mata rantai pertumbuhan hama supaya hasil pertanian masyrakat meningkat. Perubahan pola tanam maksudnya yang sebelumnya petani cuma tanam padi, padi, padi dengan tidak mengenal musim maka sekarang dirubah degan cara tanam padi, jagung padi dengan katam Februari, Juni dan Oktober menanam. Tutup tanam batas akhirnya di bulan Maret dan bulan Juni nanti sudah diberlakukan pola tanam baru yaitu tanam palawija dengan benih jagung dan kedelai dibantu pemerintah pusat melaui Dinas Pertanian Nagekeo” demikian tuturnya kepada media ini.