Kodim 1605/Belu Amankan Satu WNA Asal Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tim Unit Intel Kodim 1605/Belu berhasil mengamankan Moses dos Santos alias Moses Gomes Warga Negara Asing asal Negara Timor Leste, Selasa (19/3/2019) sore pukul 16.15 Wita.

WNA itu diamankan Anggota Kodim Belu di kediaman Armando di Perumahan Trans Tadabuti, Kampung Sersikun RT.09/RW.007 Kelurahan Fatubenao Kecamatan Kota, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Demikian hal tersebut dibenarkan Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho kepada NTTOnlinenow.com, Rabu (20/3/2019).

Menurut Ari Nugroho, penangkapan terhadap WNA itu berdasarkan laporan dari warga masyarakat setempat bahwa ada orang asing di kampung tersebut. Kita sebatas membantu pihak Imigrasi serta Polisi yang bertugas di garia batas Negara.

“Setelah diamankan kita limpahkan ke pihak yang berwenang (Polres Belu) sejak malam dan informasi lanjutan dia WNA sudah dilimpahkan ke Imigrasi dan tengah dimintai keterangan terkait dokumen kaitan dengan identitasnya,” ujar dia.

Dituturkan bahwa, pihak Kodim hanya membantu pihak Kepolisian serta Imigrasi. Setelah mendapat infomasi dari warga terkait WNA itu anggota Unit langsung ke lokasi dan mewawancara bapak Manuel Martins salah satu warga guna memastikan keberadaan WNA itu.

Dari hasil wawancara diketajui WNA tersebut telah berada dan tinggal di wilayah Belu kurang lebih lima bulan. Dia Moses selama ini tinggal bersama kakaknya Armando dan selama ini membantu menggarap lahan perkebunan untuk menanam jagung.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, keberadaan WNA atas Moses dos Santos di wilayah Belu, Negara Indonesia karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran/kasus di Timor Leste. Sehingga dengan kasus tersebut yang bersangkutan melarikan diri bersembunyi di Belu.

Untuk diketahui saat ini WNA tersebut telah berada di Kantor Imigrasi Atambua setelah dilimpahkan dari Polres Belu pagi tadi guna pengambilan keterangan selanjutnya proses pemulangan atau deportasi yang bersangkutan ke Negara asalnya.