BI – OJK Gelar Pelatihan Digital bagi Pelaku UMKM di Pulau Sumba

Spread the love

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT (KPw BI NTT) dan Bank Pembangunan Daerah NTT (Bank NTT) menyelenggarakan Bakumpul UMKM Manuju Online yang merupakan sosialisasi dan pelatihan terkait pasar digital (e-commerce) kepada pelaku UMKM di Pulau Sumba, Jumat (15/3/2019).

Keterangan tertulis yang diterima media ini menyebutkan, kegiatan yang dilakukan di Aula Kantor Bupati Sumba Barat tersebut merupakan tindaklanjut penandatanganan perjanjian kerjasama KPw BI Provinsi NTT dengan Bank NTT dalam rangka mendorong digitalisasi UMKM di NTT. Pada pelaksanaannya, pelatihan dan fasilitasi akses pasar digital dibantu oleh pelaku e-commerce seperti Bukalapak.

Pada sambutannya Kepala KPw BI Prov. NTT, Naek Tigor Sinaga menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Bank Indonesia yaitu untuk Menjadi Bank Sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets.

Selanjutnya, Bank Indonesia telah menyusun 12 program strategis yang salah satunya terkait dengan memperkuat Kebijakan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital. Pengembangan ekonomi digital salah satunya dilakukan dengan mendorong pelaku UMKM untuk mengakses pasar online (digital) dan bertransaksi secara online.

“Melalui hal tersebut tentu saja akses pasar dapat lebih luas sehingga barang yang diproduksi di Pulau Sumba dapat dipasarkan atau diakses hingga ke Pulau atau Provinsi lain,” ungkap Tigor.

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi E-Commerce dalam negeri mencapai Rp11-13 triliun per bulan dan transaksi tersebut terus meningkat tiap waktunya.

Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole menyambut baik kegiatan yang dilakukan. Pada sambutannya, ia mendorong agar UMKM mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi agar mendapatkan manfaat dari transformasi digital khususnya terkait fasilitas pemasaran.

Dapawole mengatakan, saat ini masih terdapat beberapa masalah utama dalam pengembangan UMKM di Pulau Sumba yaitu pemahaman terhadap teknologi, pengembangan SDM, akses pasar dan permodalan.

“Diharapkan pengembangan kapasitas UMKM yang dilakukan ini dapat menjadi solusi atas permasalahan yang dihadapi,” harapnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan teknis tekait e-commerce oleh narasumber dari Bukalapak. Bakumpul UMKM Manuju Online di Pulau Sumba merupakan yang pertama dari empat rencana pelatihan yang akan dilakukan di tahun 2019.

Acara seperti ini selanjutnya akan dilakukan di Pulau Timor tepatnya di Atambua, dan dua kali di Pulau Flores yaitu di Labuan Bajo dan di Maumere. Adapun Rangkaian sosialisasi tersebut akan berpuncak pada bulan September di Kupang di mana akan dilakukan kegiatan UMKM GO ONLINE yang merupakan fasilitasi pasar digital kepada pelaku UMKM. Pada kesempatan tersebut UMKM akan didorong untuk mengakses pasar digital hingga dapat melakukan komunikasi dan transaksi secara online.