Polres Belu Gagalkan Pengiriman Calon TKI Diduga Ilegal

Spread the love

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resor (Polres) Belu berhasil menggagalkan pengiriman tiga calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diduga ilegal dalam razia gabungan Polres Belu, Senin (18/3/2019) malam pukul 22.51 Wita.

Selain menyelamatkan tiga wanita calon TKI di salah satu kos-kosan dalam Kota Atambua bersamaan Polisi juga berhasil mengamankan dua orang Ibu yang diduga sebagai calo TKI ilegal yang merekrut tiga wanita itu. Guna penyidikan lebih lanjut, dua Ibu beserta tiga wanita langsung diamankan ke Mapolres Belu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di ruang Reskrim Polres Belu, ketiga wanita yang direkrut sebagai calon TKI yang diketahui berasal dari Dusun Fatuketi, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Adapun identitas kedua Ibu yang diduga sebagai calo perekrut TKI illegal yakni, SM (43) asal Kupang dan RS (47) asal Atambua. Sementara tiga wanita calon TKI illegal diantaranya, SYB (16), DGS (23) dan YL (29).

Kepada media, SYB menuturkan bahwa mereka berangkat resmi yang direkrut oleh SM dari salah satu PT pencari kerja untuk bekerja sebagai TKI di luar negeri. Kami dijanjikan upah kerja satu bulan 4 juta rupiah.

“Kami dijanjikan kerja sebagai ibu rumah tangga, jaga tokoh dan rumah jompo. Kami dijanjikan manis, makanya mau jadi TKI,” akui dia diamini dua calon TKI lainnya.

Dikatakan, saat ditawarkan dirinya mengaku mau berangkat bersama salah satu kerabat keluarganya yang direkrut sebagai TKI setelah selesai pelaksanaan Pemilu pada bulan April mendatang.

“Tapi dia, mama yang rekrut bilang berangkat sekarang tidak apa-apa. Makanya kami dibawa dan di kos, tiba-tiba Polisi datang amankan,” ujar dia.

Kesempatan itu, SM yang diduga calo mengaku hanya mengaku merekrut dua calon TKI berinisial DGS (23) dan YL (29), sementara terkait SYB (16) dia mengaku tidak kenal apalagi direkrut untuk bekerja sebagai TKI.

Dalam razia gabungan yang dipimpin KBO Reskrim Polres Belu Ipda I Ketut Rai Artika yang melibatkan Sat. Reskrim, Sat. Intelkam, Sat. Res Narkoba, Dalmas Polres Belu beserta Sie Propam Polres Belu juga menjaring tiga wanita tanpa identitas di salah satu Hotel dalam Kota Atambua.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan razia gabungan guna menindaklanjuti kasus penyelidikan dan penyidikan prostitusi online di wilayah Hukum Polres Belu sesuai dengan Sprin Kapolres Belu No. SPRIN/263/IPP.3.2.6/III/2019.

Adapun sasaran kegiatan razia gabungan semalam meliputi tempat penginapan (hotel), kos-kosan dan tempat hiburan malam yang ada di seputaran Kota Atambua.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Ardyan Yudo Setiantono, Selasa (19/3/2019) mengatakan, kaitan dengan calo TKI yang terjaring dalam razia gabungan semalam saat ini sedang melakukan koordinasi dengan pihak Dinas teknis dalam hal ini Nakertrans Belu.

Bersamaan Kadis Nakertrans Belu, Laurentius Nahak saat dikonfirmasi mengatakan, kaitan kasus semalam salah seorang Ibu diduga perekrut TKI yang diamankan Polisi itu PT-nya resmi tapi dokumen terkait perekrutan belum masuk ke Dinas.

“Tolong liat surat tugasnya apakah ada tandatangan saya. Lebih tepat calo illegal,” ucap Nahak.