Pimpin Rakor Pengamanan Pemilu 2019, Ose Minta Warga Belu Sukseskan Pesta Demokrasi

Spread the love

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan dan pengamanan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) serentak 2019 yang berlangsung di gedung Betelalenok, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kamis (14/3/2019).

Rakor bertajuk, kita sukseskan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019 di Kabupaten Belu yang demokratis, jujur, adil, lancar, aman, kondusif, berkualitas dan bermartabat. Rakor diisi pemateri Dandim 1605/Belu, Wadan Yonif Raider Khusus SYB 744/SYB, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH dan Ketua KPU Kabupaten Belu.

Turut hadir, Kepala Kantor Imigrasi kelas II Atambua, Pejabat mewakili Bea Cukai Atambua, Pejabat mewakili Karantina Tumbuhan Atambua, Kasat Intelkam Polres Belu, Ketua FKUB Belu, Anggota Kominda Belu, Anggota Tim pemantau perkembangan politik Daerah Belu, Anggota Tim terpadu pengamanan konflik sosial daerah Belu, Anggota FKUB Belu, FKDM Belu, FPK Belu, Pimpinan PSHT Belu, Perguruan Kera Sakti Belu, tokoh adat, agama, masyarakat serta LSM.

Wabup Ose meminta agar Pemilu 2019 dapat terlaksana dengan tertib aman dan lancar di tanah sahaba dari segi Pemerintah yang ikut di dalam bertanggung jawab dalam kegiatan pelaksanaan pemilihan umum kita melaksanakan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing sesuai aturan yang bergulir. Sehingga semua kecenderungan untuk supaya tidak adil dan campur tangan pemerintah ataupun netralitas anggota kita baik di TNI Polri maupun PNS dapat dihindari.

Kesempatan itu kepada seluruh pimpinan agama dihimbau untuk menyampaikan himbauan tentang partisipasi politik masyarakat untuk mengerti dan memahami Sebab mereka ke TPS untuk ikut berpartisipasi berpartisipasi dalam politik tetapi tidak boleh memanfaatkan mimbar agama untuk kampanye figur ataupun partai tertentu kerjasama komunikasi sinergitas baik pemerintah lembaga pelaksana maupun lembaga pengawas dan seluruh komponen kelembagaan partai politik maupun organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.

“Biarlah kita melakukan kerjasama dan hubungan dan komunikasi yang baik sehingga kita semua bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan pilpres dan pileg itu secara secara jujur terhormat baik dan dapat dipertanggungjawabkan bersama bila semua kita yang menjadi warga negara Republik Indonesia berhati Nurani dan bermoral maka saya kira kita semua akan ikut seluruh petunjuk dan aturan yang diberikan kepada kita sehingga Pemilu akan terlaksana secara aman dan lancar,” ujar Ose.

Dalam rakor itu didiskusikan juga kasus 11 warga Negara Indonesia asal Desa Kenebibi, Kecamatan Kaluluk Mesak, Kabupaten Belu yang masih tertahan di Timor Leste terkait penyelundupan BBM illegal. Menjadi topik diskusi sebab ke 11 warga itu adalah pemilih dalam Pemilu 17 April mendatang yang mana terancam tidak bisa menggunakan hak suaranya karena tersandung kasus.

Menyikapi itu, Wakil Bupati Ose menegaskan, ke 11 warga yang tertahan di Timor Leste jangan dijadikan tameng untuk mengganggu pelaksanaan pemilu di Kabupaten Belu. Sebab, warga yang tertahan di Timor Leste itu akibat perbuatan melanggar hukum.

“Jangan solidaritas tapi lawan hukum. Hukum harus kuat dan ditegakkan,” tandas dia.

Tambah Ose, termasuk pemantau dan pelaksana KPU juga Panwaslu yang mengawasi harus melaksanakan semua itu dengan tertib dan baik. Sebab banyak cobaan hadir disini cobaan untuk kita. Oleh karena itu kita sebagai orang-orang yang memangku jabatan mempunyai tanggungjawab tingkat forkompinda plus maupun lembaga lembaga teknis pemerintahan maupun lembaga lembaga sosial kemasyarakatan serta partai politik.

“Harus menyimak ini secara baik dan benar sehingga 17 April 2019 itu menjadi kebanggaan bangsa ini adalah negara demokrasi. Siapa yang punya kepentingan kita tidak boleh menjadi perbedaan hanya karena itu kita punya satu mekanisme proses pemilihan yang berdasarkan undang-undang yang berlaku,” ujar dia.

Sementara itu Dandim 1605 Belu, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho dalam arahannya meminta kepada seluruh masyarakat di perbatasan Belu untuk tetap menjaga persaudaraan, meski berbeda pilihan sehingga pesta demokrasi dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses.

“Beda pilihan biasa tapi tetap jaga persaudaraan. Kita lebih kedepankan kepetingan umum yakni menyukseskan penyelenggaraan Pemilu serentak,” ucap Ari.

Ketua KPU Belu, Mickhael Nahak mengatakan, KPU siap untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilu serentak 2019 di tanggal 17 April 2019 hari Rabu. Bersamaan juga ada penambahan TPS-TPS waktu kemarin untuk pemilihan Gubernur itu 528 dan sekarang bertambah menjadi 623. Dampak ikutannya ada penambahan petugas kami di masing-masing Desa Kelurahan KPTS kalau satu TPS saja pertambakan harus butuh lagi penyelenggara.

Apabila lanjut dia, kalau 623 dikalikan dengan 97 kpps dan 2 petugas ketertiban ini butuh sumber daya yang sangat banyak dan sumber daya ini kami juga mengalami kesulitan sampai dengan hari ini 90% sudah kami penuhi karena banyak yang sudah tidak memenuhi syarat untuk menjadi KPPS.