Pemerintah NTT Targetkan Atasi Kelangkaan Pupuk

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan untuk mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang sering terjadi di daerah itu.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pemerintah provinsi juga telah melakukan kerja sama dengan para produsen pupuk.

“Saya sudah berbicara dengan beberapa pabrik pupuk. Target kita, tahun 2020 tidak ada lagi keluhan kelangkaan pupuk,” kata Laiskodat, Senin (11/3/2019).

Menurut Laiskodat, agar penyaluran pupuk kepada para petani tidak terlambat lagi, pemerintah daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat mengambil peran sebagai penyalur, supaya mengatasi kelangkaan pupuk.

“Begitu pun dengan embung-embung, kita akan siapkan supaya pertanian kita dapat berkembang dengan pesat,” ujar Laiskodat.

Dia menegaskan, pemerintahannya sangat serius untuk membangun pertanian. Karena itu, masyarakat khususnya para petani diminta untuk memberdayakan semua lahan yang ada dengan berbagai tanaman pertanian yang bernilai ekonomis.

Para petani juga didorong untuk menanam apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri dan juga untuk dijual seperti jagung, ubi, pisang,kacang-kacangan, semangka, kemiri, mente, marungga, termasuk juga ternak sapi.

“Pemerintah punya tanggung jawab untuk mencari pasar. Pemerintah punya kuasa, punya jaringan untuk menampung hasil panen masyarakat. Jangan sampai rakyat sudah tanam susah-susah dan lama, tapi panenannya tidak laku,” tegas orang nomor satu di provinsi berbasis kepulauan itu.

Dia menambahkan, pemerintah punya kewajiban untuk membuat nilai tambah (value added) terhadap hasil olahan masyarakat seperti keripik, jus, sabun pakan ternak dan masih banyak lainnya.

“Saya juga sudah minta para pengusaha dan pemilik toko untuk memasarkan hasil olahan ini. Ini sebagai suatu bentuk motivasi untuk masyarakat,” tandas Laiskodat.