Lagi Warga Malaka Diterkam Buaya, Korban Belum Ditemukan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Naas menimpa Blasius Mali Bara (50) warga Desa Bere Liku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang diterkam buaya, Sabtu (9/3/2019).

Hingga kini jasad korban belum ditemukan pihak keluarga yang dibantu warga dan aparat Kepolisian sektor setempat yang melakukan pencarian sejak kemarin sampai dengan saat ini.

Lantaran pencarian terhadap Blasius Mali Bara korban terkaman buaya tidak ditemukan, jalan keluar yang diambil keluarga yakni meminta bantuan pawang buaya untuk mencari korban dengan cara melalui ritual adat.

Istri korban, Lolenta Abuk kepada wartawan mengatakan, dia bersama Melkianus Seran cucunya menyaksikan langsung saat korban suaminya diterkam buaya. Saat itu, korban tengah memasang jerat ikan tradisional dan tiba-tiba buaya menerkam korban di kakinya.

Korban sempat merontak dan melakukan perlawan dengan buaya, namun karena di dalam air, korban diduga kehabisan tenaga dan langsung dibawa buaya. Kedalama air sungai tersebut setinggi dada orang dewasa.

Melihat kondisi itu istri korban tidak bisa menolong karena merasa takut. Cucu korban yang sempat melihat kejadian itu langsung lari ke kampung meminta pertolongam dari keluarga. Namun setelah keluarga tiba dilokasi dan mencari korban tapi tidak ditemukan.

Gordy Nahak salah seorang kerabat keluarga mengatakan, setelah mendapat informasi dari cucu korban, ia bersama keluarga menuju ke lokasi kejadian untuk mencari korban namun korban tidak ditemukan.

Keluarga terus mencari sepanjang kali. Dalam proses pencarian warga sempat milihat tubuh korban terapung di permukaan air. Tubuh yang kelihatan hanya bagian kaki dan tangan saja sedangkan kepalanya tidak terlihat.

Ketika warga berusaha mendekat, buaya langsung menerkam korban dan menghilang ke dalam air.
Pencarian dilakukan sejak, Sabtu sore pasca diterkam sampai dengan Minggu pagi tapi korban belum ditemukan.

Korban Blasius Mali Bara meninggalkan seorang istri dan lima orang anak. Korban merupakan seorang petani dan sering mencari ikan, undang di sungai tersebut untuk dijual juga di untuk kebutuhan keluarga.