Kapolda Bekali 188 Siswa Diktukba Polri Perbatasan SPN Polda NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kapolda NTT, Irjen Pol Raja Erizman memberikan pembekalan kepada 188 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Perbatasan Tahun Anggaran 2018/2019 SPN Polda NTT.

Kapolda Raja Erizman didampingi Ka SPN Polda NTT, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto memberikan pembekalan kepada para Siswa Diktukba Polri Perbatasan di Aula SPN Polda NTT, Kamis (28/2/2019).

Kapolda dalam arahannya menyampaikan, secara keseluruhan para siswa telah melewati tahapan-tahapan menjadi seorang Brigadir Polri, dimana para siswa nantinya akan ditempatkan di seluruh wilayah hukum Polda NTT dengan beban tugas yang jauh lebih kompleks.

“Oleh karenanya perlu adik-adik pahami beban tugas yang nanti diemban dan tentunya beban tugas yang jauh lebih kompleks. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus karena saudara-saudara ketika bertugas di Polres dan bahkan bertugas di Polsek yang minim fasilitas,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda NTT memberikan beberapa hal untuk dipedomani diantaranya, terkait tupoksi polri, fungsi kepolisian, tantangan tugas polri ke depan, faktor rendahnya kepercayaan publik terhadap polri, upaya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri, permasalahan yang dihadapi polri dan hambatan serta apa yang diinginkan masyarakat.

“Yang perlu saudara-saudara pahami bahwa, beban tugas sebagai seorang anggota Polri lebih besar, jadi harus memberikan totalitas bagi organisasi dan mengedepankan kinerja untuk pelayanan kepada masyarakat, karena Polisi merupakan milik masyarakat,” pesannya.

Kapolda juga memberikan penekanan yakni, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas, pahami dan amalkan nilai luhur Tribrata, Catur Prasetya dan promoter dalam setiap pelaksanaan tugas kepada masyarakat.

“Jalin komunikasi serta sinergitas yang baik dengan masyarakat dan jadilah teladan bagi masyarakat. Jadilah anggota Polri yang bersyukur dengan apa yang dimiliki, hindari hedonisme/gaya hidup berlebihan/mewah dan bijaksana dalam mengelolah penghasilan,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, hindari sikap arogan dan angkuh di masyarakat, hindari prilaku yang dapat merendahkan citra Polri dan dalam melaksanakan tugas nantinya pedomani juklak, juknis dan SOP, terutama dalam penggunaan senpi. Jaga keseimbangan antara tugas dan apabila berumah tangga hindari perselingkuhan. Gunakan media sosial dengan bijak dengan tidak memposting
hal-hal yang kontra produktif dengan citra Polri.

“Kepada calon Bintara Polri bahwa sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tantangan tugas Polri kedepan semakin kompleks sehingga diharpkan untuk dapat menguasai tugas pokoknya, kenali lingkungan tempat tugas, kenali warganya, dipercaya masyarakat sebagai pemelihara harkamtibmas,” tandasnya.