Sehati TeleCTG Bantu Bidan di Kupang Deteksi Dini Gangguan Kehamilan

Spread the love

Oelamasi, NTTOnlinenow.com – Sehat Indonesia (Sehati) TeleCTG bersama Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal yang didukung oleh Indofood CBP tengah mengadakan kegiatan Piloting Project Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG di daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kabupaten Kupang.

“Tujuan dari adanya program ini untuk pemerataan pelayanan tenaga kesehatan melalui ekosistem Sehati TeleCTG,” kata CEO dan Founder dari Sehati TeleCTG, Dr. Ari Waluyo, SpOG pada kegiatan Seminar Kebidanan Bersama Sehati TeleCTG dengan tema “Postnatal Service” yang digelar di aula lantai II, gedung RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang di Oelamasi, Selasa (19/2/2019).

Menurut Dr. Ari, Kabupaten Kupang adalah salah satu daerah di Indonesia yang memiliki urgensi yang cukup tinggi karena masih tingginya angka kematian ibu dan anak. Salah satu tantangan terbesar untuk mengatasi hal tersebut adalah penyediaan tenaga kesehatan terlatih khususnya Dokter dan Bidan.

“Hal ini dapat diatasi dengan meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), salah satunya dengan penerapan ekosistem Sehati TeleCTG,” ungkapnya.

Piloting project ini diadakan selama 3 bulan, dan sudah dimulai sejak tanggal 11 Desember 2018. Sebelum piloting project ini berjalan, Tim Sehati yang dibantu oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang telah memilih 14 Bidan dari 14 Puskesmas di Kabupaten Kupang untuk dijadikan Bidan Champion, yaitu Bidan yang telah terpilih dan dikumpulkan di RSUD Naibonat Kabupaten Kupang, untuk diberikan pelatihan dan penyampaian materi tentang faktor resiko dan penggunaan alat medis TeleCTG oleh Dr. Ari Waluyo, SpOG, CEO dan Founder dari Sehati TeleCTG.

Tidak hanya materi yang disampaikan tetapi para Bidan juga melakukan praktik langsung ke Ibu Hamil menggunakan Aplikasi Bidan Sehati dan alat medis TeleCTG. Untuk menunjang para Bidan melakukan pelayanan kesehatan menggunakan ekosistem Sehati TeleCTG maka dari itu para Bidan di berikan 1 buah Handphone dan alat medis TeleCTG agar dapat digunakan di Puskesmas masing-masing.

Dr. Ari menjelaskan, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang terdiri dari 28 Puskesmas, adapun yang digunakan untuk piloting project adalah 14 Puskesmas dengan berbagai macam permasalahan yang berbeda. Untuk mengetahui penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG oleh Bidan secara langsung di setiap puskesmas, tim Sehati melakukan monitoring yang dimulai sejak tanggal 18 Februari 2019 selama 1 minggu di ke-14 Puskesmas di Kabupaten Kupang.

“Monitoring yang dilakukan oleh Tim Sehati ini selain melihat langsung penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG di lapangan, juga memastikan para Bidan yang telah mendapatkan pelatihan dapat menggunakan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG dengan baik benar agar saat piloting project berakhir masih dapat digunakan secara berkala. Dengan inisiatif para Bidan Champion, pada saat Tim Sehati melakukan kunjungan akan mengumpulkan seluruh Bidan di Puskesmas untuk diajari penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG, antusias para Bidan yang bukan dari bagian program ini cukup besar terlihat dari beberapa Bidan yang secara aktif bertanya dan ikut menggunakan Aplikasi Bidan Sehati.” ujar Dr. Ari.

Anda Waluyo Sapardan – Co-Founder Sehati TeleCTG (kiri)

Dr. Ari juga menyebutkan, dari 14 Puskesmas yang dikunjungi Tim Sehati kurang lebih ada 4 Puskesmas yang masih sulit untuk mengakses internet sehingga menyebabkan kesulitan Bidan saat penggunaan Aplikasi Sehati. Namun dengan semangat yang tinggi, para Bidan berusaha mencari tempat untuk dapat mengakses internet dan menggunakan Aplikasi Sehati, harapan kedepannya sektor pemerintahan yang mengurusi tentang ketersediaan fasilitas internet di daerah ini dapat segera menindaklanjuti permasalahan ini.

“Secara geografis letak setiap Puskesmas di Kabupaten Kupang cukup berjauhan, jika ditempuh dari Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kupang, terdapat Puskesmas yang jaraknya lebih dari 250 kilometer, bukan hanya jaraknya yang jauh namun aksesnya yang sulit dengan kondisi jalan yang belum sempurna seperti jalan berbatu dan puluhan sungai yang harus dilewati. Hal ini yang membuat para Bidan harus lebih cepat saat merujuk Ibu Hamil, bukan hanya cepat namun harus tepat. Pada Aplikasi Bidan Sehati ini dapat mendeteksi dini faktor resiko yang dimiliki oleh ibu hamil sehingga para Bidan dapat mempersiapkan rujukan terencana kedepannya,” tambah Dr. Ari.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang yang sudah ikut membantu berjalannya program ekosistem Sehati TeleCTG ini sangat terbantu untuk melakukan monitoring kesejahteraan ibu hamil dengan diberikan dashboard khusus untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. Dashboard ini akan menunjukkan seluruh data yang dimasukan Bidan, diharapkan dengan adanya dashboard ini Dinas Kesehatan dapat lebih cepat mengetahui data di lapangan meskipun daerah terjauh sekalipun, juga dapat melakukan intervensi secara tepat sesuai kasus yang terjadi di lokasi tersebut.

Sehati TeleCTG memfasilitasi Bidan-Bidan yang tergabung selama pilot project ini untuk mengikuti kelas online, namun dalam pelaksanaannya Bidan yang bukan dari pilot project ini pun ikut berpartisipasi, di bulan pertama terdapat 160 Bidan yang mengikuti kelas online. Di kelas online ini Bidan mendapatkan materi oleh dokter spesialis, materi yang diberikan adalah materi-materi tentang kasus yang paling banyak terjadi di lapangan.

Penggunaan Aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG sudah 3 bulan pelaksanaannya, pada tahap ini para Bidan sudah memasukan data lebih dari 300 ibu hamil dan terdeteksi berbagai macam faktor resiko yang dimiliki oleh ibu hamil, adapun faktor resiko terbanyak yaitu Anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis).

Dikutip dari Bidan yang menggunakan aplikasi ini, mereka terbantu dengan munculnya faktor resiko bagi ibu hamil karena lebih mudah memberikan intervensi, selain itu juga dengan penggunaan alat medis TeleCTG ini jika ada permasalahan pada janin dan ibu hamil, Bidan dapat langsung berhubungan dengan dokter spesialis kandungan sehingga saat ada anjuran merujuk, Bidan lebih percaya diri karena sudah ada diagnosis yang lebih tepat.

Merasakan banyak manfaat dari penggunaan aplikasi Sehati ini Bidan-Bidan Champion yang sebagian besar juga merupakan koordinator Puskesmas mengajarkan para Bidan dari puskesmas yang bukan bagian dari program ini.

Melihat semangat para Bidan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang sangat mengapresiasi program piloting project ini dan berharap untuk kedepannya seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Kupang dapat menggunakan aplikasi Sehati dan alat medis TeleCTG.