Warga Temukan Pria Ini Tewas Dengan Belasan Luka Tusukan

Spread the love

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Atinu de Jesus (22) ditemukan tewas mengenaskan dengan belasan luka tusukan benda tajam yang bersarang di tubuhnya, Jumat sore (15/2/2019).

Korban ditemukan di hutan Dusun Webubur, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste oleh Januarius Halle saat mencari rumput untuk ternaknya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fohorensik pada tubuh pria asal Dusun Batumerah, Desa Naekasa, Kecamatan Tasbar itu terdapat sebanyak 16 tusukan benda tajam yang bersarang di tubuhnya.

“Dari hasil pemeriksaan dokter yang lalukan pemeriksaan luar ada sejumlah luka tusukan kurang lebih ada sekitar 16 tusukan,” ujar Kapolres Belu melalui Kapolsek Tasbar Ipda I Wayan Budiasa kepada awak media di ruang jenasah RSUD Mgr Gabriel Manek, Jumat (15/2/2019) malam.

Menurut Wayan, awalnya Polsek mendapat laporan dari salah satu sanak keluarga korban mengatakannya bahwa, almarhum sejak kemarin ojek mengantar penumpang tapi belum kembali ke rumah.

Kemudian sekitar pukul 17.30 Wita kita mendapat informasi dari warga yang kemudian melintas jalan pengerasan itu TKP namanya Justinus ketika melintas sementara mengambil rumput bahwa telah dilihat sesosok orang.

“Belum bisa memastikan kondisi jasad masih hidup atau sudah meninggal, Justinus langsung laporkan ke Polsek dan kami langsung ke TKP dan benar kita cek sesosok mayat laki-laki yang identitasnya kita ketahui Atinu de Jesus alamatnya di Batumerah,” jelas Wayan.

Lanjut dia, menurut Pak Kapolres, ini masih dalam tahap penyelidikan kita dan kita sudah lakukan visum dan kita masih lakukam pendalaman atau pengembangan kasusnya. Korban diketahui baru kembali dari Malaysia dan motor yang dikendarainya honda Revo putih plat motor pencobaan.

“Motifnya belum tahu. Keseharian korban bekerja sebagai ojek. Dari hasil olah TKP kita mengidentifikasi kasusnya pembunuhan dengan pencurian dengan kekerasan, karena motor korban dan barang-barang milik korban tidak ada,” urai Wayan.

Bersamaan, salah satu keluarga korban Reza do Santos kepada awak media di ruang jenasah RSU menuturkan, korban baru kembali dari Malaysia dan baru dua bulan di Atambua. Sebelumnya pada Kamis sore korban mendatangi dirinya di Toko tempat dia bekerja.

Tidak saja itu, korban juga sempat bertemu dengan salah saru saudari lain yang bekerja di Toko lain di dalam pasar baru. “Kemarin dia Atinu masih datangi saya di Toko, saya bilang kembali sudah kamu baru tidak tahu jalur, di juga langsung kembali dan masih singgah adik yang kerja di Toko lain. Dia bukan ojek,” ujar Reza sembari teteskan air mata.