SMF Siapkan Pembiayaan Homestay untuk Destinasi Wisata di Labuan Bajo

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF akan memberikan pembiayaan homestay untuk 3 destinasi wisata di Indonesia yakni Labuan Bajo, Danau Toba dan Mandalika.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyatakan, sepanjang tahun 2019 ini pihaknya siap memberikan pembiayaan untuk 5 destinasi wisata, dan untuk 2 destinasi wisata telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan homestay dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes).

Dua destinasi wisata itu yakni Desa Wisata Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah dan Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Penandatanganan kerja sama itu sudah dilakukan pada Senin, 11 Februari 2019 di Jakarta.

“Pembiayaan homestay adalah salah satu inisiatif yang dilakukan oleh SMF pada tahun 2019 ini,” kata Ananta dalam keterangan tertulisnya yang diterima NTTonline belum lama ini.

Dia menyebutkan, total pembiayaan yang disediakan oleh SMF untuk pengembangan kedua destinasi wisata tersebut sebesar Rp 2,3 Miliar yakni Rp 1,6 Miliar untuk Desa Wisata Nglanggeran dan Rp 700 juta untuk Desa Wisata Samiran.

“Kedua desa wisata yang dipilih tersebut merupakan desa wisata yang terletak di salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas Indonesia,” sebutnya.

Ke-10 destinasi wisata prioritas Indonesia tersebut adalah: Danau Toba, Tanjung Kelayang, Borobudur, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu & Kota Tua, Bromo Tengger Semu, Mandalika dan Labuan Bajo.

Sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan, SMF mendapat penugasan khusus dari Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata untuk berperan dalam pembiayaan pengembangan destinasi wisata khususnya pengembangan pembiayaan homestay.

SMF berperan dalam memberikan fasilitas pendanaan dan memberikan pendampingan kepada penyalur kredit serta menyediakan sistem pendukung penyaluran kredit.

“Pembiayaan homestay ini adalah bagian dari komitmen SMF membantu program pemerintah mengembangkan destinasi wisata nasional. SMF berharap masyarakat dapat memanfaatkan pembiayaan homestay ini untuk membangun/memperbaiki kamar rumah yang akan disewakan kepada wisatawan sehingga dapat mendatangkan penghasilan bagi pemilik dan menciptakan lapangan kerja,” kata Ananta.

Menurut Ananta, penugasan khusus ini selaras dengan amanat Presiden Republik Indonesia yang mengharapkan pariwisata Indonesia dapat terus diperkuat dan dikembangkan menjadi sektor strategis dan pilar pembangunan perekonomian nasional.

Selain itu, pariwisata Indonesia juga diharapkan dapat mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara sebesar 275 juta perjalanan pada tahun 2019 ini.