TAPD Setujui Anggaran Rp1,5 Miliar Untuk Tanggap Darurat DBD

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Sesuai Hasil rapat Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Kupang, terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kota Kupang, diputuskan bahwa anggaran tanggap darurat yang akan digunakan sebesar Rp.1,5 miliar.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ary Wijana kepada wartawan, Rabu (06/02/2019).

Ari mengaku, dari hasil rapat dengan TAPD, telah disetujui anggaran Rp 1 miliar yang ada di Badan Keuangan, dan Rp 500 juta yang ada di DPA Dinas Kesehatan.

Menurutnya, Anggaran tanggap darurat sebesar Rp.1,5 miliar akan digunakan untuk melakukan Fogging masal, pembelian abate dan membiayai pasien DBD yang dirawat di rumah sakit, setelah ditetapkannya status KLB, dan khusus hanya bagi warga Kota Kupang saja.

Ari menjelaskan, sampai saat ini, Selasa (5/2/2019) data kasus DBD di Kota Kupang sebanyak 305 kasus.

“Walaupun kasus DBD di Kota Kupang terus meningkat, namun secara kurva harian kasus DBD mengalami penurunan. Untuk kemarin saja kasus DBD sudah turun hingga 8 kasus, sehingga kami targetkan akhir Februari status KLB DBD sudah bisa dicabut,” ujarnya.

Dia mengaku, secara hitungan penetapan status KLB DBD sebenarnya terjadi tahun depan sesuai siklus sepuluh tahunan yakni tahun 2015 Kota Kupang tidak KLB DBD, dan baru akan KLB di tahun 2020 karena Kota Kupang pernah KLB DBD di tahun 2010 lalu, tetapi KLB DBD lebih cepat dan terjadi lagi di tahun 2019.

Menurutnya, kasus DBD ini biasanya terjadi pada anak-anak, namun sekarang lebih banyak menyerang orang dewasa, dan juga untuk nyamuk demam berdarah yang dulunya senang di air bersih, tapi sekarang nyamuk ini lebih suka pada tempat yang bersemak, untuk kondisi daerah ini masih banyak semak, sehingga dengan ada gerakan Jumat bersih dapat membantu memutuskan jaringan jentik nyamuk DBD.