16 Pemudi Asal Belu Ikut Pelatihan Berbasis Kompetensi di BBPLK Semarang

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belu memberangkatkan 16 pemudi mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Nakertrans Belu, Laurentius Nahak kepada media, Senin (4/2/2019)

Menurut Nahak, dari jumlah 90 orang yang mengikuti tes hanya tinggal 16 yang lulus berangkat ke Semarang untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yakni adminitrasi, perkantoran dengan garmen (fashion) selama satu setengah bulan di BBPLK.

“Mereka 16 orang akan diberangkatkan ke Semarang. Semua biaya ditanggung oleh balai besar pelatihan selama satu bulan lebih,” ujar dia.

Jelas Nahak, kegiatan pelatihan merupakan prorgam kerja sama antara Pemda Belu dengan BBPLK Semarang yang baru dirintis belum lama. Diharapkan program ini kedepan akan berlanjut sesuai visi misi Bupati Belu pemberdayaan SDM.

Diharapkan bahwa, selama pelatihan para peserta harus tekun sehingga ketika ujian kompetensi mereka harus lulus dengan kelakuan yang baik sesuai dengan aturan yang ada. “Setelah habis latihan mereka akan magang di beberapa tempat yang disediakan oleh BBPLK,” ujar dia.

Lanjut Nahak, selesai seluruh kegiatan dari pelatihan hingga magang mereka memperoleh sertifikat. Dengan sertifikat yang didapat mereka sudah harus bisa merekrut tenaga yang sementara nganggur di tempat mereka untuk bekerja.

“Program ini sangat positif mengurangi angka pengangguran. Kita harap selesai pelatihan kembali ke daerah bisa membuka usaha,” ucap dia.

Masih menurut Nahak, terobosan lain yang dilalukan Dinas kaitan dengan pelatihan mengurangi angka pengangguran tanpa membebani anggaran daerah yakni, pelatihan otomotif, las bubut dan ac.

“Terobosan ini semenjak pelatihan di Kupang tahun lalu dan itu cikal bakal kita bangun kerja sama dengan enam lembaga pelatihan. Kita target pelatihan berbasis kompetensi tahun 2019 sebanyak 200 orang,” pungkas Nahak.