Pemilu 2019, Dandim 1605/Belu Minta Prajurit TNI Jaga Netralitas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia serentak dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Terkait hal itu, Dandim 1605/Belu Letkol CZI I Putu Gusti Dwika kembali menegaskan kepada seluruh Anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Belu dan Malaka wilayah Kodim Belu agar tetap netral.

“TNI harus netral. Netralitas ini yang harus tetap dijaga seluruh Anggota,” tegas Dwika dalam arahan saat memimpin
apel pembukaan latihan pengamanan Pileg dan Pilpres di lapangan Makodim Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Senin (4/2/2019).

Ditururkan, TNI harus jaga netralitas. Tetapi apabila dikaitkan dengan dinamika di lapangan yang nantinya akan terjadi TNI harus siapkan diri untuk diperbantukan dalam pengamanan Pileg dan Pilpres.

“Aturannya sudah ada kita TNI yang bertugas dilapangan tidak dibenarkan masuk ke lapangan atau tidak dekat langsung dengan TPS, tapi memantau dari luar,” jelas Dwika.

Ditekankan lagi, seluruh Anggota TNI harus benar-benar menjaga sikap netral. Hal utama yakni, bagaimana kita TNI menjaga kondisi wilayah Kabupaten Belu dan Malaka agar tetap kondusif.

Lanjut Dwika, jangan sampai salah langkah walaupun kita melaksanakan kegiatan pengamanan kita dibatasi karena ada aturan-aturannya, dimana kita tidak boleh mendekati langsung TPS.

“Pada pelaksanaannya kita tetap stand by atau siaga. Shingga sewaktu-waktu diminta bantuan kekuatan kita untuk mengatasi perkembangan situasi kita sudah siap,” kata dia.

Kesempatan itu, diutamakan pada para Babinsa agar benar-benar turun ke lapangan. Kalaupun ada perkembangan perubahan situasi, ada berita yang hoax dan macam-macam harus ditenangkan.

“Intinya tidak bela salah satu pihak, tapi menenangkan kondisi yang ada. Siapapun yang nanti akan terpilih dalam Pemilu itulah keputusan pilihan rakyat,” ujar Dwika.