Warga Dibantu Anggota TNI-Polri Evakuasi Mobil Terseret Banjir Sungai Baukama

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selain merendam pemukiman dan lahan persawahan warga di Desa Bauho mengalami banjir deras akibat luapan sungai Baukama juga menyebabkan satu unit mobil minibus pick up terseret hingga jatuh ke lahan sawah, Rabu (30/1/2019).

Warga Desa setempat dibantu personel TNI dari Koramil 07-160/Weluli bersama Yonif Raider Khusus 744/SYB dan personel Polsek Tastim mengevakuasi mobil warna hitam jenis AVP itu dengan cara menarik tali yang diikatkan pada rangka atau besi mobil itu.

Bencana banjir tersebut mendapat perhatian serius dari pihak Pemerintah serta aparat keamanan yang bertugas di perbatasan Belu. Dimana, Sekda Belu Petrus Bere bersama beberapa pejabat Dinas teknis langsung meninjau lokasi guna melihat kondisi kerusakan akibat di terjang banjir.

Selain membantu evakuasi mobil, mengatur lalu lintas jalan karena tebalnya lumpur di jalan raya aparat gabungan itu membantu warga membersihkan sisa lumpur yang terendam dalam rumah milik beberapa warga akibat diterjang banjir luapan sungai Baukama.

Aparat gabungan juga mengangkat perabot rumah tangga milik warga yang menjadi korban rumah terendam banjir dipindahkan ke rumah tetangga atau sanak saudara yang tidak terkena bencana.

Diberitakan sebelumnya, sungai Baukama di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste meluap membanjiri lahan pertanian dan rumah warga, Selasa (29/1/2019).

Luapan air sungai terbesar di Belu itu membanjiri ruas jalan Atambua-Lamaknen. Selain itu banjir juga merendam lahan persawahan hingga pemukiman warga Desa setempat yang terletak dekat bantaran sungai.

Kepala Desa Bauho, Edmundus Manek membenarkan, kejadian meluapnya sungai Baukama terjadi sore hari sekitar pukul 16.00 Wita. Akibat luapan sungai itu air membanjiri jalan raya hingga sawah dan rumah warga setempat.

“Rumah warga ada beberapa dan dua ekor sapi mati. Selain itu lahan sawah milik warga yang siap tanam seluas 40 hektare terendam banjir. Kita belum data keseluruhan,” ujar Edmundus.

Luapan air sungai yang membanjiri ruas jalan utama menimbulkan kemacetan akibatnya akses transportasi jalur penghubung Ibu Kota Belu ke empat Kecamatan di garis perbatasan Negara lumpuh total. Kondisi itu membuat kendaraan warga yang akan melintas terpaksa parkir.

“Setiap musim penghujan sungai Baukama selalu meluap. Selain meluap karena ditikungan sungai tidak ada penahan, juga akibat banjir kiriman dari sungai di wilayah Fatumea dan Fulan Fehan,” kata dia.