Reses DPRD Temukan Berbagai Persoalan, Kadis Kesehatan Siap Dibenahi

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Dalam reses anggota DPRD Kota Kupang, Jerri Anthon Pingak asal Partai Hanura masih ditemukan banyak persoalan yang berkaitan dengan masalah kebersihan lingkungan yang berdampak pada kasus Demam Berdarah Dengue.

Jeri Anthon Pingak yang ditemui di kantor DPRD Kota Kupang, Rabu (30/1/2018), menuturkan dalam reses yang dilakukan minggu kemarin di beberapa wilayah pusat pelayanan kesehatan masih ditemukan masalah penanganan kebersihan pada tempat tersebut.

“Masalah kebersihan lingkungan seperti masih terlihat Pustu maupun di masyarakat,” katanya.

Ia mencontohkan, Pustu Fontein masih terlihat masih banyak sampah rongsokan elektronik dan rumput yang belum dibersihkan. Hal ini tentunya menciptakan sarang jentik nyamuk, sehingga peran para RT/RW dan LPM sangat dibutuhkan untuk bagaiamana terus menghimbau masyarakat dalam menjaga lingkungan biar tetap bersih melalui gerakan gotong royong Jumat bersih.

“Saya juga berharap dalam penanganan sampah peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan melalui mobil pengangkut sampah dapat melayani pengangkutan sampah pada TPS yang ada di dekat Pustu Fontein. Karena sampah tersebut tidak perna diangkut, sehingga sampah tersebut dibakar oleh para petugas Pustu,” katanya.

Selain itu, lanjutnya masalah kebersihan lingkungan ini masih terlihat di Poskes kelurahan Airnona yang dipenuhi dengan rumput. Dan juga masalah lain dalam pencegahan dan penanganan KLB DBD berupa pembagian abate masih ada warga yang belum mendapatkannya yakni warga yang berada disemua kelurahan di Kecamatan Kota Raja.

“Dalam penanganan kebersihan lingkungan dan pencegahan serta penanganan KLB DBD terlihat ada beberapa tempat pelayanan kesehatan yang cukup bagus. Dan bahkan pelayanan penanganan DBD khususnya pada Posko yang ada pada tempat pelayanan kesehatan mendapat pengakuan pasien DBD sangat bagus,” kata anggota DPRD dua periode tersebut.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ari Wijana yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, dirinya akan siap berkoordinasi dengan para petugas kesehatan. Namun, posisi lahan Pustu Fontein merupakan lahan pekuburan, sehingga belum dapat ditata dengan membuat pagar, agar masyarakat tidak membuang sampah di dekat lokasi tersebut.

“Ya kalau untuk gebrakan pencegahan dan penanganan DBD, saya akan meminta para petugas kesehatan di Pustu tersebut untuk melakukan pembersihan,” katanya.