Pancasila Sebagai Sumber Etika Politik di Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Anggota MPR RI, Ferry Kase kembali menggelar sosialisasi empat (4) pilar kebangsaan bagi warga di Desa Tesa, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, Kamis (17/1/2019) lalu.

Dalam sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara dengan masyarakat di daerah Malaka Ferry mengatakan, Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan Negara yang merupakan satu kesatuan nilai yang tidak dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing sila-silanya.

Karena, jelas dia jika dilihat satu persatu dari masing-masing sila itu dapat saja ditemukan dalam kehidupan berbangsa yang lainnya. Namun, makna Pancasila terletak pada nilai-nilai dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tak bisa ditukar-balikan letak dan susunannya.

“Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan, melainkan juga merupakan sumber moralitas terutama dalam hubungannya dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta kebijakan dalam penyelenggaraan negara,” ujar dia, Selasa (29/1).

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura itu, untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila dalam etika berpolitik itu semua terkandung dalam kelima sila Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.

“Setiap bangsa memiliki jalan ideologi yang menjadi acuan fundamental dan falsafah moral kebangsaan dalam menjalani hidup bernegara. Sebagai bangsa Indonesia harus bangga memiliki Pancasila,” kata Ferry.

Ditambahkan, dalam skala tertentu Pancasila adalah falsafat Negara yang berorientasi kemasa depan, mampu menampung kemajemukan masyarakat dan akomodatif terhadap dinamika perubahan.
Dilain pihak, Pancasila adalah juga tolok ukur evaluasi penyelenggaraan negara.

“Pancasila harus menjadi acuan dari perilaku individual warga negara dan masyarakat pada umumnya dalam kelangsungan hidup sehari-hari,” pungkas Anggota Komisi VII DPR RI itu.