Bawaslu Belu Lakukan Upaya Cegah Peredaran Tabloid Barokah

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Maraknya peredaran Tabloid Indonesia Barokah di beberapa wilayah membuat pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tingkatkan pengawasan.

Demikian juga Bawaslu Kabupaten Belu sejak mendapatkan amanat dari Bawaslu Pusat pada Sabtu 26 Januari lalu terus lakukan upaya mencegah tersebarnya Tabloid Indonesia Barokah di wilayah Timor Barat yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Timor Leste.

Ketua Bawaslu Belu, Andre Parera yang dikonfirmasi media, Selasa (29/1/2019) membenarkan pihaknya telah mendapatkan instruksi dari Bawaslu Republik Indonesia untuk memperhatikan dengan serius penyebaran Tabloid Indonesia Barokah wilayah perbatasan Belu.

“Kami sudah mendapat instruksi dari Bawaslu RI untuk memperhatikan hal itu dengan melakukan pengawasan terhadap penyebaran Tabloid Indonesia Barokah di wilayah Belu,” ujar dia.

Setelah peroleh instruksi jelas Parera, pihaknya langsung melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran Tabloid Indonesia Barokah di wilayah Belu. Kaitan itu Bawaslu Belu telah berkoordinasi dengan semua jasa pelayanan pengiriman barang yang ada di Belu.

“Koordinasi dengan semua jasa pengiriman dimaksudkan agar apabila ada Tabloid itu segera melaporkan Bawaslu bila terdapat tabloid tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada pengiriman tabloid Barokah ke Belu,” ujar dia.

Dihimbaukan kepada seluruh warga Belu apabila mendapatkan informasi atau yang telah mendapat Tabloid Barokah diharapkan agar tidak disebarkan lagi dan segera laporkan kepada pihak Bawaslu Belu.

“Hari ini kami juga melakukan koordinasi dengan para pengurus Majelis Ulama Indonesia yang berada di Kabupaten Belu agar tabloid itu tidak sampai tersebar di masyarakat,” kata Parera.

Untuk diketahui bahwa,Tabloid Indonesia Barokah yang muncul pada Desember 2018dengan edisi pertama judul Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik. Kemunculan tabloid tersebut baik judul maupun kontennya mengandung fitnah dan ujaran kebencian dirasa merugikan salah satu Paslon Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.