Resah Kinerja Kepala Desa, Warga Manamas Surati Bupati TTU dan Gubernur NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Meko.
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Warga Desa Manamas, Kecamatan Nai’Benu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai resah dengan ulah sang Kades berinisial ME yang kerap menganggap dirinya sebagai manusia kebal hukum karena dekat dengan pejabat kabupaten.

Atas ulah itu maka warga 3 suku ini mulai bangkit dan bersatu untuk melawan kelaliman sang Kades ME yang dinilai telah berlebihan.

Para warga korban siap jadi saksi hukum dan mulai berani bersurat kepada Bupati TTU di Kefamenanu dan Gubernur NTT di Kupang, dengan tembusan disampaikan kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan, Ombudsman dan PIAR NTT.

Copian surat yang diterima media ini, Jumat (18/01/2019) diantaranya membeberkan kinerja sang Kades sejak dilantik dari tahun 2017 lalu ternyata semua visi misinya jauh api dari panggang.

Dituliskan bahwa penggunaan dana APBDes tahun 2017 & 2018 itu hanya akal akalan saja karena uangnya habis tapi fisik proyek atau program hanya terealisasi 40%.

Surat warga Manamas ditujukan kepada Bupati TTU dan Gubernur NTT

Tidak hanya itu, sang Kades juga masih sempat berani memotong honor 9 tenaga pendidik PAUD pada bulan Desember 2018 masing – masing 1,5 juta dengan alasan yg tidak jelas. Juga Honor para medis dan RT/RW itu sama sekali tidak diberikan. Akumulasi perilaku tak benar dari saudara ME jua membuat usaha BUMDES gulung tikar dan para pengurusnya gigit jari.

Untuk itu warga mengharapkan pihak terkait dari Provinsi atau Kabupaten untuk segera turun ke desa Manamas dan melakukan audit dan atau investigasi detail terkait penggunaan uang negara oleh sang Kades.

“Pada awal bulan Desember lalu, saya telah surati kepala desa ME untuk sekedar peringatan dalam pengelolaan dana desa. Namun kalau pada akhir bulan Desember dia masih terus berulah maka saya sebagai camat jelas tersinggung karena tak dihargai, jadi kalau warga Manamas mulai resah dengan ulah saudara ME maka silahkan lapor ke pihak aparat hukum. Kita mau membela yang benar tapi kalau dia kerja tak benar ya itu ada pasal yang mengatur tentang penyelewengan itu”, tegas Camat Nai’benu, Lorenzo Colo yang ditemui, Rabu(16/01/2019).

Surat pengaduan warga tertanggal 17 Januari 2019 yang ditandatangani oleh sejumlah anggota BPD dan ratusan warga Manamas ini mendesak bupati TTU untuk segera memberhentikan Kades ME dari jabatannya. Kepada Gubernur NTT, warga meminta untuk terus memantau kinerja para kades yang suka sunat jatah warga.

“Sejauh tipikal kepala desa seperti ini tidak bisa dihentikan maka program pak Gubernur tentang NTT harus lepas landas dari kemiskinan itu tidak akan terjadi. Sebab pak desa yang akan kaya, lalu warganya tambah miskin karena tenaganya diperas dan jatah beras bantuan atau perumahan warga dialihkan untuk kepentingan diri sang Kades,” ujar Kaur Trantib Manamas, Gabrial Teme.